Senin, 1 Jun 2026
light_mode
Beranda » Kepri » 150 Ton Air Bersih Pemkab Bintan Salurkan untuk 24 Ribu Warga Terdampak Kekeringan

150 Ton Air Bersih Pemkab Bintan Salurkan untuk 24 Ribu Warga Terdampak Kekeringan

  • account_circle Suradi
  • calendar_month Sen, 30 Mar 2026

InspirasiToday – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) menyalurkan sekitar 150 ton air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui 15 organisasi perangkat daerah (OPD) yang secara gotong royong menyalurkan air bersih ke hampir delapan kecamatan di wilayah Bintan.

Langkah ini menjadi upaya jangka pendek pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.

Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan bahwa setiap OPD ditugaskan menyalurkan minimal 10 ton air bersih kepada warga di wilayah yang telah ditentukan.

“Seluruh OPD ikut terlibat dalam penyaluran air bersih ini. Targetnya dalam dua hari dapat tersalurkan hingga 300 ton air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Roby.

Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas, terutama wilayah yang paling terdampak kekeringan.

Lebih dari 24 Ribu KK Terdampak Kekeringan
Berdasarkan data pemerintah daerah, saat ini terdapat sekitar 24.479 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Bintan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kondisi tersebut dipicu oleh penurunan drastis volume air di empat waduk utama yang selama ini menjadi sumber baku air bersih bagi masyarakat melalui pengelolaan PDAM.

Bahkan, beberapa waduk dilaporkan mengalami penyusutan volume air yang signifikan hingga hampir kering akibat kemarau yang berlangsung dalam sekitar satu bulan terakhir.

Lurah dan RT/RW Diminta Koordinasi Penyaluran
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah daerah meminta aparat wilayah seperti lurah, kepala desa, hingga RT dan RW untuk membantu mengoordinasikan distribusi air bersih di lapangan.

“Kami meminta lurah, kepala desa, serta RT dan RW membantu mengoordinasikan penyaluran di lapangan agar warga yang benar-benar membutuhkan dapat menerima bantuan,” kata Roby.

Selain penanganan darurat, Pemkab Bintan juga tengah menyusun strategi jangka panjang untuk mengantisipasi musim kemarau yang hampir setiap tahun terjadi di wilayah tersebut, terutama pada periode Februari hingga Maret.

Pemerintah daerah bersama Forkopimda, BMKG, dan PDAM telah mulai membahas sejumlah langkah strategis, di antaranya:

Penambahan sumber baku air waduk
Pendalaman atau peningkatan kapasitas waduk
Optimalisasi sistem pengelolaan air bersih
Roby menegaskan bahwa solusi jangka panjang tersebut sedang dipersiapkan secara matang, namun langkah cepat tetap menjadi prioritas untuk membantu masyarakat yang terdampak saat ini.

“Prospek ke depan sedang kami persiapkan dengan matang. Namun yang paling penting saat ini adalah memastikan kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan bisa segera terpenuhi,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Suradi
expand_less