Kepri Bangun 19 Dermaga Apung HDPE ,Terbaru di Pelabuhan Jagoh Lingga
- account_circle Suradi
- calendar_month Jum, 27 Feb 2026

InspirasiToday – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus memperkuat konektivitas wilayah kepulauan melalui pembangunan dermaga apung berbahan High Density Polyethylene (HDPE). Hingga awal 2026, tercatat sudah 19 unit dermaga apung HDPE dibangun di berbagai kabupaten/kota.
Terbaru, Gubernur Kepri Ansar Ahmad meresmikan dermaga apung HDPE di Pelabuhan Jagoh, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Senin (23/2/2026). Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat akses transportasi laut bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau di wilayah yang dikenal sebagai Bunda Tanah Melayu.
Dalam agenda tersebut, Ansar didampingi Wakil Bupati Lingga Novrizal. Kapal rombongan gubernur bahkan langsung bersandar di dermaga apung yang baru diresmikan, menjadi simbol berfungsinya infrastruktur modern tersebut.
Selain peresmian, Gubernur juga melaksanakan Safari Ramadan dan Safari Subuh sebagai bagian dari silaturahmi dengan masyarakat Lingga.
Infrastruktur Modern untuk Wilayah Kepulauan
Dermaga apung HDPE Pelabuhan Jagoh dibangun dengan anggaran sekitar Rp2,73 miliar. Spesifikasinya meliputi ponton HDPE berukuran 9 meter x 4,5 meter, gangway sepanjang 13,5 meter dengan lebar 1,7 meter, dan trestle berukuran 4,5 meter x 3 meter.
Desainnya yang kokoh namun fleksibel memungkinkan dermaga menyesuaikan pasang surut air laut, sehingga kapal dapat bersandar dengan aman dalam berbagai kondisi cuaca.
Dibandingkan dermaga beton atau kayu konvensional, dermaga apung HDPE memiliki sejumlah keunggulan. Materialnya tahan korosi air laut, tidak mudah lapuk, serta membutuhkan biaya perawatan lebih rendah.
Struktur apungnya juga mengikuti dinamika gelombang, membuat aktivitas naik-turun penumpang dan bongkar muat barang lebih aman dan nyaman.
Selain itu, proses pembangunannya relatif cepat dan lebih ramah lingkungan karena tidak memerlukan pondasi permanen besar di dasar laut.
Lima Dermaga Apung di Lingga
Dari total 19 dermaga apung yang telah dibangun Pemprov Kepri, lima di antaranya berada di Kabupaten Lingga. Yakni Pelabuhan Penuba, Pelabuhan Benan, Pelabuhan Senayang, Pelabuhan Jagoh, dan Pelabuhan Tanjung Buton Daik.
Keberadaan dermaga-dermaga ini menjadi tulang punggung mobilitas antar pulau di Lingga serta memperkuat konektivitas wilayah selatan Kepri.
Pembangunan dermaga apung HDPE turut berdampak pada peningkatan rasio konektivitas Provinsi Kepri. Pada 2024, rasio konektivitas tercatat 0,59 poin dan meningkat menjadi 0,70 poin pada 2025, atau naik 0,11 poin.
Kenaikan ini menunjukkan akses antarwilayah semakin terbuka, distribusi barang dan jasa semakin lancar, serta mobilitas masyarakat meningkat.
Gubernur Ansar menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur laut merupakan solusi atas tantangan geografis Kepri sebagai provinsi maritim.
“Kepri adalah provinsi maritim. Konektivitas laut menjadi urat nadi pembangunan kita. Dermaga apung HDPE ini solusi adaptif dan efisien untuk wilayah pesisir dan pulau kecil,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan dermaga bukan hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Dengan akses yang semakin baik, sektor perikanan, perdagangan, hingga pariwisata akan semakin berkembang. Kita ingin masyarakat Lingga merasakan langsung manfaatnya,” tegas Ansar.
Peresmian Dermaga Apung HDPE Pelabuhan Jagoh menjadi bukti komitmen Pemprov Kepri dalam membangun infrastruktur modern, adaptif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat kepulauan, sekaligus memperkuat fondasi Kepri sebagai provinsi maritim yang maju dan terkoneksi.(*)
- Penulis: Suradi

