Jumat, 22 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Fokus SDM Adaptif di Era Digital, 4 Pilar Strategis Ketenagakerjaan 2026

Fokus SDM Adaptif di Era Digital, 4 Pilar Strategis Ketenagakerjaan 2026

  • account_circle Suradi
  • calendar_month Sen, 18 Mei 2026

 

 

InspirasiToday – Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui empat pilar strategis prioritas tahun 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, sebagai langkah menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi dan transformasi digital yang semakin cepat.

Menurut Afriansyah, Indonesia saat ini tidak hanya berfokus menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) masa depan yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing secara global.

Ia menilai transformasi digital telah mengubah pola ketenagakerjaan secara mendasar, termasuk bergesernya sejumlah pekerjaan konvensional dan munculnya peluang baru berbasis teknologi serta kreativitas.

“Transformasi digital telah mengubah wajah ketenagakerjaan secara fundamental. Meski pekerjaan konvensional bergeser, peluang baru berbasis kreativitas dan teknologi terbuka lebar. Kita membutuhkan talenta yang tidak hanya menunggu lowongan pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan nilai dan inovasi baru,” ujar Afriansyah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Examination Authority (EXOT) 2026 di Al-Wildan Islamic School Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Empat pilar strategis prioritas Kemnaker tahun 2026 meliputi:

Pertama, Pusat Pelatihan Vokasi yang difokuskan pada program skilling dan reskilling guna menjawab kesenjangan kompetensi serta menyiapkan SDM sesuai kebutuhan industri masa depan.

Kedua, Talent & Innovation Hub (TIH) yang berperan sebagai inkubator strategis nasional untuk mentransformasikan ide kreatif menjadi produk komersial dan melahirkan inovator baru.

Ketiga, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas sebagai wujud komitmen nyata dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan setara bagi seluruh warga negara.

Keempat, Labor Productivity Clinics sebagai instrumen untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing perusahaan nasional di tingkat global.

Afriansyah menegaskan, keempat pilar tersebut akan terintegrasi menjadi ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan produktif guna mendukung penguatan daya saing nasional. Ia meyakini kesiapan SDM di sektor ekonomi kreatif akan menjadi fondasi penting menuju kemandirian ekonomi nasional.

“Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila ekonomi kreatif menjadi pilar pembangunan. Kemandirian ekonomi inilah yang akan membawa Indonesia menjadi bangsa maju dan berdaya saing global,” pungkasnya.(*)

  • Penulis: Suradi
expand_less