Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Beranda » Politik » Komisi IV DPRD Kepri Tinjau SMAN 28 Batam, Soroti Jalan Masuk Sekolah

Komisi IV DPRD Kepri Tinjau SMAN 28 Batam, Soroti Jalan Masuk Sekolah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 29 Sep 2026

InspirasiToday – Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) prihatin dengan kondisi akses jalan menuju SMAN 28 Batam yang belum memadai dan membahayakan warga sekolah, terutama saat hujan. Keprihatinan tersebut disampaikan saat Komisi IV DPRD Kepri melakukan kunjungan kerja ke SMAN 28 Batam, Selasa (29/9/2026). Kunjungan menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap penyelenggaraan pendidikan, khususnya terkait ketersediaan sarana dan prasarana yang layak dan aman.

Rombongan dipimpin Sekretaris Komisi IV DPRD Kepri Bobby Jayanto, SIP, bersama anggota Ririn Warsiti, SE, MM, Aziz Martindaz, S.Pd, dan Januar Robert Silalahi, S.I.Kom. Rombongan diterima Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kepri di Batam Kasdianto, S.Pd., Kepala SMAN 28 Batam Harmen, M.Pd, serta majelis guru.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah serta berdialog dengan pihak sekolah mengenai kebutuhan yang masih memerlukan perhatian. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah akses jalan menuju SMAN 28 Batam.

Jalan masuk sekolah saat ini masih berupa jalan tanah dengan kondisi yang relatif curam. Ketika hujan, permukaan jalan menjadi licin sehingga membahayakan guru, peserta didik maupun masyarakat yang melintas.

SMAN 28 Batam berada di belakang SDN 008 Seibeduk dan hingga kini belum memiliki akses jalan khusus yang memadai. Guru dan siswa masih menggunakan jalan kavling yang relatif sempit di tengah kawasan permukiman. Kondisi itu dinilai tidak hanya memengaruhi kenyamanan mobilitas warga sekolah, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kepri Bobby Jayanto mengatakan kondisi akses menuju sekolah perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, akses menuju satuan pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang aman dan layak.

“Ini catatan penting dan perlu disampaikan kepada Dinas Pendidikan bahwa kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Saya berharap ini menjadi atensi bersama untuk menjaga keselamatan para guru dan siswa,” ujarnya.

Bobby mengatakan kunjungan lapangan diperlukan agar setiap usulan kebutuhan pendidikan yang disampaikan kepada pemerintah benar-benar berdasarkan kondisi riil di sekolah. Dengan demikian, proses perencanaan dan penganggaran tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga memperhatikan kebutuhan yang berdampak langsung terhadap kualitas serta keamanan layanan pendidikan.

“Kami di Komisi IV DPRD Kepri akan mendorong dan memantau penganggaran perbaikan jalan masuk SMAN 28 Batam. Ini menjadi catatan bagi kami,” tegasnya.

Selain infrastruktur, Komisi IV DPRD Kepri juga memberikan perhatian terhadap peningkatan mutu akademik dan nonakademik di SMAN 28 Batam. Pihak sekolah didorong untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi guru dalam proses pembelajaran. Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler juga dinilai penting sebagai wadah untuk mengasah minat, bakat, karakter, dan prestasi peserta didik.

Anggota Komisi IV DPRD Kepri Ririn Warsiti turut mendorong sekolah mempertahankan sekaligus meningkatkan berbagai prestasi yang telah diraih. Menurutnya, peningkatan kualitas sarana dan prasarana perlu berjalan beriringan dengan pengembangan program pendidikan sehingga dapat mendukung peningkatan mutu lulusan.

SMAN 28 Batam terletak di Jalan S. Parman, Kavling Pancur Baru, Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam. Sekolah dibangun di atas lahan sekitar 7.000 meter persegi dan beroperasi berdasarkan SK Gubernur Kepri Nomor 810 Tahun 2021 tertanggal 22 Juni 2021.

Dari sisi akreditasi, SMAN 28 Batam memperoleh peringkat A berdasarkan SK Nomor 021/BAN-PDM/SK/2025. Saat ini sekolah memiliki 29 guru, terdiri dari tujuh guru PNS, 17 guru PPPK, dan lima guru non-ASN. Selain itu terdapat dua tenaga kependidikan serta tenaga usaha dan penjaga sekolah atau petugas kebersihan.

Kepala SMAN 28 Batam Harmen menjelaskan bahwa jumlah peserta didik mencapai 637 siswa yang tersebar dalam 12 ruang kelas. Rinciannya, 89 siswa kelas X, 195 siswa kelas XI, dan 353 siswa kelas XII.

Sekolah mencatat capaian rapor pendidikan kategori hijau serta menerima apresiasi sebagai BOSP Kinerja terbaik pada 2026. Meski demikian, sekolah masih membutuhkan dukungan untuk sejumlah sarana dan prasarana, terutama perbaikan jalan masuk, semenisasi, dan pembangunan pagar sekolah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Komisi IV DPRD Kepri, semoga ada tindak lanjut bagi kemajuan sekolah, terutama yang paling mendesak adalah jalan masuk ke SMAN 28 Batam,” ujar Harmen. (*)

  • Penulis: admin
expand_less