Senin, 1 Jun 2026
light_mode
Beranda » Batam » HMI Batam Demo BP Batam, Minta Penggusuran Pedagang Tanjunguncang Ditunda

HMI Batam Demo BP Batam, Minta Penggusuran Pedagang Tanjunguncang Ditunda

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 26 Mei 2026

InspirasiToday – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Batam bersama masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung BP Batam, Senin (25/5/2026).

Aksi tersebut dipicu penertiban sejumlah warung pinggir jalan atau kantin di kawasan dekat jalan PT Sigma Aurora Property, Tanjunguncang, Batuaji, yang dilakukan Satpol PP Kota Batam beberapa waktu lalu.

HMI Batam menilai penertiban tersebut bertentangan dengan pernyataan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang sebelumnya memperbolehkan masyarakat berjualan dengan syarat menjaga kebersihan lingkungan.

Mahasiswa Minta Penggusuran Ditunda

Dalam aksinya, HMI Batam meminta pemerintah menunda pembongkaran hingga tercapai kesepakatan antara perusahaan dan masyarakat terdampak.

Usai berunjuk rasa di kawasan BP Batam dan Gedung DPRD Kota Batam, massa kemudian mengikuti dialog di ruang rapat Komisi I DPRD Kota Batam yang dipimpin Muhammad Fadhli.

Dialog tersebut dihadiri perwakilan DPRD Kota Batam, BP Batam, Polresta Barelang, mahasiswa, serta masyarakat terdampak penggusuran.

Pedagang Minta Relokasi yang Layak

Dalam forum dialog, HMI Batam meminta BP Batam dan pihak perusahaan menyediakan lokasi relokasi yang layak dan tetap mudah dijangkau para pekerja maupun pelanggan.

“Kami meminta agar 15 warung yang terdampak direlokasi ke tempat yang masih bisa dijangkau pekerja sehingga masyarakat tetap dapat berjualan,” kata perwakilan mahasiswa.

Ia juga meminta DPRD mempertemukan masyarakat dengan pihak PT Sigma Aurora Property serta menjelaskan keterlibatan Satpol PP dalam proses penggusuran.

“Kami minta agar dipertemukan dengan pihak PT Sigma dan dijelaskan keterlibatan Satpol PP,” ujarnya.

Ia turut meminta DPRD Kota Batam dan Pemerintah Kota Batam lebih serius mendengar keluhan masyarakat kecil yang kehilangan mata pencaharian akibat penertiban tersebut.

“Tolong lihat dan dengar aspirasi kami agar bisa ditemukan solusi yang lebih baik dari sebelumnya,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan para pedagang terdampak. Mereka menilai tiga unit ruko yang disiapkan pemerintah tidak cukup untuk menampung 15 kantin yang digusur.

“Tiga ruko tersebut tidak cukup menampung belasan warung yang digusur. Kami minta ini menjadi perhatian pemerintah,” ungkap salah seorang pedagang.

Selain keterbatasan tempat, para pedagang juga menilai lokasi relokasi terlalu jauh dari kawasan industri sehingga dikhawatirkan kehilangan pelanggan utama dari kalangan pekerja pabrik.

Masyarakat pun mengusulkan dua lokasi alternatif relokasi, yakni di dekat Yard 2 PT Hyundai/Wasco dan kawasan dekat Yard 3 PT Wasco.

“Dua lokasi yang kami ajukan harap diperhatikan karena lebih terjangkau untuk usaha kami. Kami juga berharap mendapat rekomendasi dari BP Batam agar tidak kembali terkena penggusuran,” ujar warga lainnya.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Fadhli mengatakan pihaknya masih menampung dan mencatat seluruh aspirasi masyarakat sebelum menyampaikan kepada pimpinan masing-masing lembaga.

“Hari ini kami fokus pada mendengarkan dan mencatat aspirasi dari masyarakat. Kami butuh waktu untuk laporan ke pimpinan masing-masing,” ujar Fadhli. ***

  • Penulis: admin
expand_less