Kalah Bersaing dengan Pencari Kerja Luar Daerah, Tenaga Kerja Lokal Batam Meningkat. Kesenjangan Kompetensi (Skill Gap)
- account_circle Suradi
- calendar_month Jum, 16 Jan 2026

InspirasiToday – Dinamika pasar kerja di Kota Batam sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang kontradiktif. Meski angka pencari kerja (Pencaker) mengalami lonjakan signifikan, jumlah tenaga kerja yang berhasil diserap oleh industri justru menurun.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, sepanjang Januari hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 29.710 orang mendaftarkan diri sebagai pencari kerja. Angka ini naik tajam dari tahun 2024 yang berjumlah 24.690 orang.
Namun, peningkatan jumlah pelamar ini tidak diikuti dengan angka penempatan. Disnaker mencatat hanya 14.832 orang yang berhasil ditempatkan di berbagai sektor industri pada 2025, turun dari angka 17.593 orang pada tahun 2024.
Kesenjangan Kompetensi (Skill Gap)
Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto, menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukanlah minimnya lowongan, melainkan ketidaksesuaian antara keahlian pelamar dengan kebutuhan perusahaan.
“Lowongan kerja sebenarnya stabil di angka 18 ribuan. Namun, banyak pencari kerja yang belum memiliki kompetensi spesifik yang dicari industri manufaktur, elektronik, dan galangan kapal,” ujar Yudi (12/1/2026).
Beberapa poin penting penyebab fenomena ini antara lain selektivitas perusahaan, di mana industri kini lebih memprioritaskan sertifikasi keahlian dan etos kerja dibandingkan sekadar ijazah formal.
Kemudian persaingan, di mana Batam tetap menjadi magnet bagi pencari kerja luar daerah, sehingga persaingan memperebutkan satu posisi menjadi semakin ketat.
Penyebab lainnya adalah banyak perusahaan yang belum disiplin melaporkan data rekrutmen mereka sesuai Permenaker No. 18 Tahun 2024, sehingga data penempatan resmi belum mencakup angka sebenarnya di lapangan.
Strategi “Link and Match” dan Digitalisasi Simnaker
Guna mengatasi masalah ini, Disnaker Batam tengah memperkuat program link and match antara lembaga pendidikan dan dunia industri. Pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kini menjadi prioritas agar tenaga kerja lokal memiliki daya saing yang setara dengan pelamar dari luar daerah.
Selain itu, Pemko Batam juga mengoptimalkan Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Simnaker).
Aplikasi daring ini dirancang untuk mempermudah akses lowongan kerja sekaligus memantau data penempatan secara real-time.
Hingga akhir 2025, tercatat sudah ada 300 perusahaan dan 30.000 pengguna yang terintegrasi dalam sistem ini.
Optimisme Tahun 2026
Pemerintah berharap melalui penguatan pusat pelatihan kerja (BLK) dan kewajiban pelaporan lowongan secara transparan, penyerapan tenaga kerja di Batam pada tahun 2026 dapat kembali meningkat.
Fokus utama tetap pada pemberdayaan tenaga kerja lokal agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri. ***
- Penulis: Suradi

