Senin, 1 Jun 2026
light_mode
Beranda » Kepri » Polisi Periksa Pegawai Pelni Batam, Calo Tiket Kapal di Pelabuhan Bintang 99 Terbongkar

Polisi Periksa Pegawai Pelni Batam, Calo Tiket Kapal di Pelabuhan Bintang 99 Terbongkar

  • account_circle Suradi
  • calendar_month Jum, 20 Mar 2026

 

InspirasiToday – Kasus percaloan tiket kapal kembali terungkap di Batam. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam memastikan satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam praktik ilegal tersebut.

Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, mengungkapkan tersangka berinisial RS kini telah diamankan oleh Kepolisian Daerah Kepulauan Riau.

“Satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka dengan inisial RS,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Ia menambahkan, pihak kepolisian juga sempat meminta keterangan dari salah satu pegawai Pelni terkait kasus yang terjadi pada 16 Maret 2026 tersebut.

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan saat membeli tiket kapal di Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar.

Kabid Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei, menjelaskan korban membeli tiket dengan harga jauh di atas tarif resmi.

“Korban membutuhkan tiket di hari yang sama. Harga resmi Rp270.000, namun dijual hingga Rp450.000,” jelasnya.

Menanggapi kejadian ini, Pelni Batam mengimbau masyarakat untuk hanya membeli tiket melalui kanal resmi guna menghindari praktik penipuan.

“Kami mengimbau pelanggan agar tidak tergiur tawaran dari pihak tidak resmi dan selalu membeli tiket melalui kanal resmi Pelni,” kata Edwin.

Ia juga menegaskan bahwa penumpang yang tidak sesuai dengan identitas pada tiket berisiko ditolak saat proses keberangkatan.

Selain itu, Pelni memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum internal yang terbukti terlibat dalam praktik percaloan.

“PT Pelni akan menindak tegas jika ada pegawai yang terlibat dalam praktik yang merugikan penumpang,” tegasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada, terutama menjelang arus mudik Lebaran, di mana permintaan tiket meningkat dan rawan dimanfaatkan oleh calo.(*)

  • Penulis: Suradi
expand_less