Transformasi Nagoya Batam, Siapkan Konsep Ramah Pejalan Kaki
- account_circle Suradi
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026

InspirasiToday – Kawasan ikonik Nagoya di Kota Batam bersiap melakukan transformasi besar-besaran. BP Batam baru saja melakukan survei mendalam untuk menyulap area pusat bisnis Nagoya Batam menjadi kawasan yang ramah pejalan kaki (walkable city).
Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, pada Jumat 2 Desember 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan Nagoya Heritage dan New Nagoya, yang masuk dalam daftar lima Wilayah Pengembangan Pariwisata (WPP) prioritas BP Batam.
Membentang dari Harbour Bay hingga Pakuwon
Proyek ambisius ini direncanakan mencakup area pedestrian sepanjang 4,7 kilometer, mulai dari pintu masuk Harbour Bay hingga kawasan Pakuwon. Fokus utamanya adalah menciptakan ruang publik yang nyaman, tertata, dan berorientasi pada ekonomi kreatif.
“Nagoya Heritage akan kami posisikan sebagai destinasi wisata baru di Batam. Kami ingin menciptakan area di mana masyarakat bisa berjalan kaki dengan nyaman sambil menikmati aktivitas wisata,” ujar Mouris.
Menariknya, penataan ini tidak menggunakan pendekatan penggusuran, melainkan perapian secara kolaboratif. BP Batam mengusung konsep gotong royong yang melibatkan Pemko Batam, pelaku usaha, hingga perbankan seperti Bank BRI untuk mendukung UMKM.
Revitalisasi Infrastruktur: Perbaikan pedestrian yang rusak dan pembenahan sistem drainase yang selama ini menjadi kendala.
Zona khusus pejalan kaki :
Penyediaan kantong parkir yang terintegrasi dan penetapan zona bebas kendaraan bermotor di titik tertentu.
Dukungan UMKM: Pendataan pedagang kaki lima (PKL) bekerja sama dengan APKLI agar mereka tetap bisa berjualan dengan fasilitas yang lebih representatif dan sistem pembayaran digital.
Mouris menjelaskan bahwa pada tahap awal, fokus BP Batam adalah menghidupkan suasana (crowd gathered) sebelum masuk ke pembangunanm fisik skala besar.
Momentum perayaan Imlek dan Idulfitri tahun 2026 akan dijadikan ajang untuk menarik kunjungan wisatawan.
“Fokus kami saat ini adalah membangun kebiasaan baru. Kami ingin masyarakat datang untuk berkuliner dan berbelanja di sini melalui berbagai event menarik. Setelah kawasan ini hidup secara organik, pembenahan fisik akan mengikuti,” tambahnya.
Ke depannya, Nagoya Heritage direncanakan memiliki manajemen pengelola kawasan tersendiri. Hal ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan kebersihan, keamanan, dan keindahan lingkungan secara profesional.
Dengan konsep yang inklusif ini, Nagoya diharapkan tidak hanya menjadi pusat belanja, tetapi juga wajah baru pariwisata perkotaan yang modern namun tetap memiliki jiwa “Heritage” yang kuat bagi kota Batam.
- Penulis: Suradi

