Selasa, 4 Agu 2026
light_mode
Beranda » Politik » Tutup Pelatihan Las 4G FCAW di Batam, Aman Siapkan Tenaga Kerja Lokal Kompeten

Tutup Pelatihan Las 4G FCAW di Batam, Aman Siapkan Tenaga Kerja Lokal Kompeten

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu

InspirasiToday – Program Pelatihan dan Sertifikasi Las 4G FCAW Tahun 2026 di Kota Batam resmi ditutup pada Selasa, 4 Agustus 2026 setelah berlangsung selama 12 hari sejak 21 Juli 2026. Penutupan dilakukan oleh Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Aman, S.Pd, MM, di LPK Catur Training Center, Ruko Bukit Golf Sungai Panas, Batam.

“Dengan mengucapkan Alhamdulillahirobbil ‘alamin, Pelatihan dan Sertifikasi Las 4G FCAW di LPK Catur secara resmi kami nyatakan ditutup,” ujar Aman.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Disnakertrans Kepri yang diwakili Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kepri, Suryadi, Direktur LPK Catur Training Centre PT Catur Laskar Mulia Lukman Hakim, Asesor BNSP Markus, perwakilan PT McDermott Batam Balada, perwakilan PT Sidma Teknik Solusindo Mona, pengurus Karang Taruna Bengkong, para instruktur, serta 30 peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Aman mengaku bersyukur karena berhasil memperjuangkan aspirasi masyarakat Batam, khususnya di Kecamatan Batam Kota, Bengkong, Batu Ampar, dan Lubuk Baja, melalui program pelatihan berbasis kompetensi. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing di dunia industri.

“Investasi terus masuk ke Batam dan Kepri. Pertumbuhan ekonomi juga tinggi. Namun di sisi lain, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan,” ujar Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Aman mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kepri masih mencapai 6,87 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Ia menilai pelatihan berbasis sertifikasi menjadi salah satu solusi agar tenaga kerja lokal memiliki daya saing sesuai kebutuhan industri. Bagi yang masih pemula, pelatihan ini menjadi sarana belajar dan meningkatkan keterampilan. Sementara bagi yang sudah memiliki keterampilan dasar, pelatihan ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi agar semakin siap memasuki dunia kerja.

Aman menjelaskan, program pelatihan tidak hanya menghadirkan instruktur dan asesor, tetapi juga melibatkan perusahaan-perusahaan pengguna tenaga kerja sejak awal hingga akhir kegiatan. Menurutnya, kehadiran PT McDermott Batam dan PT Sidma Teknik Solusindo menjadi bentuk sinergi antara pemerintah, DPRD, lembaga pelatihan, dan dunia usaha dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Saya memberikan apresiasi kepada PT McDermott dan PT Sidma Teknik Solusindo yang ikut mendukung pelatihan ini. Ketika pemerintah menganggarkan peningkatan kompetensi masyarakat, perusahaan juga ikut berkontribusi agar peserta memiliki kesempatan bekerja sesuai kebutuhan industri,” ujar Aman.

Ia berharap lulusan pelatihan yang telah memenuhi standar kompetensi dapat mengikuti proses rekrutmen di PT McDermott maupun perusahaan industri lainnya di Batam. Aman juga meminta PT Sidma Teknik Solusindo ikut membantu menyalurkan lulusan pelatihan ke berbagai perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja las bersertifikat.

“Kita tidak boleh hanya mengeluhkan tingginya angka pengangguran. Yang harus dilakukan adalah membuka jalan agar tenaga kerja lokal memiliki kompetensi dan mampu mengisi peluang kerja yang tersedia,” tegasnya.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, Aman juga berpesan agar para peserta terus membangun karakter, disiplin, dan semangat belajar. Menurutnya, masa depan seseorang sangat ditentukan oleh sikap, kerja keras, dan komitmen yang dibangun sejak hari ini.

Ia juga mengutip Hadits Qudsi yang diriwayatkan Imam Bukhari, “Ana ‘inda dhonni ‘abdi bi” (Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku), sebagai motivasi agar para peserta selalu memiliki pikiran dan harapan positif dalam meraih masa depan.

Ia mengingatkan bahwa persaingan kerja di Batam sangat ketat karena tidak hanya diikuti pencari kerja lokal, tetapi juga tenaga kerja dari berbagai daerah di Indonesia.

“Oleh karena itu, terus tingkatkan skill dan kompetensi agar memiliki daya saing yang lebih baik. Harapan saya, setelah mengikuti pelatihan ini seluruh peserta dapat memperoleh pekerjaan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kepri, Suryadi, mengapresiasi inisiatif Aman yang mendorong terselenggaranya pelatihan berbasis kompetensi tersebut. Menurutnya, pelatihan yang disertai sertifikasi profesi serta melibatkan perusahaan secara langsung akan meningkatkan peluang peserta memperoleh pekerjaan.

“Batam memiliki tingkat persaingan kerja yang sangat tinggi. Tidak hanya masyarakat Batam, tetapi juga pencari kerja dari luar Kepri datang untuk mencari pekerjaan. Karena itu, pelatihan seperti ini sangat penting dan kami berharap dapat terus diperbanyak,” ujarnya.

Direktur LPK Catur Training Centre PT Catur Laskar Mulia, Lukman Hakim, turut menyampaikan apresiasi kepada Aman atas dukungannya terhadap penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PT McDermott Batam dan PT Sidma Teknik Solusindo yang ikut mendukung proses pelatihan hingga sertifikasi.

Lukman menjelaskan, pelatihan diikuti 30 peserta, terdiri atas 20 peserta pada batch pertama dan 10 peserta pada batch kedua.

“Berdasarkan hasil asesmen dari Asesor BNSP, seluruh peserta dinyatakan lulus dan kompeten,” tutupnya. ***

  • Penulis: admin
expand_less