Jumat, 24 Apr 2026
light_mode
Beranda » Kepri » 1.449 Nasib Guru PPPK Kepri Masih Menggantung Tanpa Kepastian

1.449 Nasib Guru PPPK Kepri Masih Menggantung Tanpa Kepastian

  • account_circle Suradi
  • calendar_month Rab, 22 Apr 2026

 

InspirasiToday – Sebanyak 1.449 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kepulauan Riau hingga kini belum mendapatkan kepastian terkait kelanjutan status mereka.

Menjelang berakhirnya masa kontrak pada November 2026, belum ada kejelasan mengenai perpanjangan Surat Keputusan (SK) maupun kebijakan lanjutan bagi para tenaga pendidik tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Kepulauan Riau. Anggota Komisi IV, Hanafi Ekra, menegaskan pihaknya terus mendorong pemerintah daerah agar segera memberikan kepastian hukum.

“Persoalan ini menyangkut hajat hidup banyak orang, sehingga harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Terkendala Defisit Anggaran Daerah
Meski mendesak solusi cepat, Hanafi Ekra juga mengingatkan bahwa kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau saat ini tengah mengalami defisit yang cukup signifikan.

Di sisi lain, kebutuhan pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik terus meningkat, sehingga pemerintah harus mengambil kebijakan yang seimbang.

“Kami berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tidak merugikan salah satu pihak,” jelasnya.

APBD Disorot, Proyek Besar Diminta Ditunda
Hanafi menambahkan, meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah disahkan, pelaksanaan sejumlah program masih terkendala keterbatasan anggaran.

Ia menyarankan agar pemerintah lebih selektif dalam menentukan prioritas, termasuk menunda proyek-proyek dengan kebutuhan dana besar.

“Kondisi APBD kita saat ini belum ideal. Pembangunan besar sebaiknya dipertimbangkan kembali,” tegasnya.

Guru Diminta Tetap Fokus Mengajar
Di tengah ketidakpastian ini, Hanafi Ekra mengimbau para guru PPPK paruh waktu untuk tetap menjalankan tugas seperti biasa.

Ia memastikan DPRD akan terus memperjuangkan solusi terbaik agar kebijakan yang diambil tetap berpihak kepada para tenaga pendidik.

“Fokuslah bekerja seperti biasa. Kami akan terus berupaya mencari jalan keluar terbaik,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Suradi
expand_less