Senin, 1 Jun 2026
light_mode
Beranda » Kepri » 2 Shift Sekolah di Batam Dihapus Mulai 2026, Disdik Kepri Janji Tak Ada Lagi Penumpukan Siswa

2 Shift Sekolah di Batam Dihapus Mulai 2026, Disdik Kepri Janji Tak Ada Lagi Penumpukan Siswa

  • account_circle Suradi
  • calendar_month Sab, 16 Mei 2026

 

InspirasiToday – Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau memastikan sistem pembelajaran dua shift di sejumlah sekolah negeri di Batam akan resmi dihapus mulai tahun ajaran 2026/2027.

Kebijakan tersebut mengakhiri penerapan sistem belajar pagi dan siang yang selama bertahun-tahun digunakan sebagai solusi atas keterbatasan ruang belajar dan lonjakan jumlah peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengatakan tahun ajaran 2025/2026 menjadi periode terakhir penerapan sekolah dua shift di Batam.

“Ini tahun terakhir persoalan penerimaan murid baru seperti yang terjadi di masa lalu. Ke depan tidak ada lagi sistem pembelajaran dua shift,” ujar Andi Agung, Kamis (14/5/2026).

Daya Tampung Sekolah Selama Ini Jadi Masalah
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa persoalan daya tampung sekolah negeri di Batam selama ini belum sepenuhnya teratasi.

Sistem dua shift yang berlangsung bertahun-tahun dinilai menjadi dampak dari ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dengan kapasitas ruang belajar di sekolah negeri.

Menurut Andi, penerimaan peserta didik baru ke depan tidak lagi bisa dipaksakan melebihi kapasitas .

“Penerimaan siswa tidak bisa lagi dipaksakan. Harus disesuaikan dengan daya tampung sekolah,” tegasnya.

Ia menjelaskan tingginya angka kelulusan setiap tahun tidak sejalan dengan pertumbuhan infrastruktur pendidikan, sehingga menyebabkan penumpukan siswa di sejumlah sekolah favorit.

Pemprov Kepri Bangun Sekolah dan Tambah Ruang Kelas
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama pemerintah kabupaten dan kota telah melakukan pembangunan sekolah baru serta penambahan ruang kelas dalam tiga tahun terakhir.

Fokus pembangunan terutama dilakukan pada jenjang SMA yang selama ini mengalami lonjakan jumlah pendaftar cukup tinggi.

“Sistem juga terus kami perbarui. Dua tahun terakhir jumlah peserta didik sudah mulai disesuaikan dengan kapasitas sekolah,” kata Andi.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mulai menata distribusi siswa agar tidak terpusat di sekolah-sekolah favorit tertentu.

Ketimpangan Kualitas Sekolah Masih Jadi Tantangan
Meski sistem dua shift akan dihapus, pemerintah mengakui ketimpangan kualitas dan fasilitas pendidikan antar sekolah di Batam masih menjadi tantangan besar.

Penumpukan siswa di sekolah tertentu menunjukkan masih adanya kesenjangan mutu pendidikan di berbagai wilayah.

Pemerintah daerah kini mengklaim mulai fokus mengurangi konsentrasi siswa di sekolah favorit agar proses belajar mengajar lebih merata dan optimal.

Ke depan, jumlah siswa dalam satu kelas juga akan disesuaikan dengan aturan yang berlaku demi menjaga efektivitas pembelajaran.

“Ke depan semuanya harus sesuai aturan. Tidak bisa lagi memaksakan,” ujar Andi.

Ia menambahkan pembenahan pendidikan di Kepri masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat, terutama dalam pembangunan infrastruktur sekolah dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.(*)

  • Penulis: Suradi
expand_less