Amalan Puasa di Bulan Suci Ramadan, 2 Keistimewaan
- account_circle Suradi
- calendar_month Sel, 3 Mar 2026

InspirasiToday – Ibadah puasa memiliki kedudukan istimewa dibandingkan amalan lainnya. Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Kecuali puasa, sesungguhnya puasa hamba-Ku adalah milik-Ku dan Aku yang akan langsung membalasnya.” (HR. Muslim dan HR. Bukhari)
Keistimewaan puasa di bulan suci Ramadan dapat dijelaskan melalui dua riwayat berikut:
1. Pahala Puasa Tanpa Batas
Dalam riwayat Muhammad SAW disebutkan:
“Setiap amalan akan dilipatgandakan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kebaikan. Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu milik-Ku dan Aku yang akan langsung membalasnya.” (HR. Muslim)
Amalan lain memiliki kelipatan pahala yang disebutkan batas minimal dan maksimalnya. Namun puasa tidak dibatasi dengan angka tertentu. Artinya, pahala puasa dilipatgandakan tanpa batas sesuai kehendak Allah.
Hal ini berkaitan dengan sifat puasa sebagai bentuk kesabaran. Ulama besar Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa puasa termasuk bagian dari sabar. Sementara Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Q.S. Az-Zumar: 10)
Karena itu, pahala puasa menjadi “unlimited” — tidak terikat bilangan sebagaimana amalan lainnya.
2. Puasa Dibalas Langsung oleh Allah dan Tidak Menjadi Tebusan Kezaliman
Dalam riwayat lain disebutkan:
“Setiap amalan saleh dijadikan sebagai kafarat (tebusan), kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan langsung membalasnya.” (HR. Bukhari)
Menurut Sufyan bin ‘Uyainah, pada hari kiamat Allah akan menghisab seluruh amalan seorang hamba. Amalan-amalan tersebut bisa menjadi tebusan atas berbagai kezaliman yang pernah dilakukan.
Namun puasa tidak termasuk dalam kategori yang “dipakai” untuk menebus dosa terhadap sesama. Puasa akan Allah simpan secara khusus. Hingga akhirnya, dengan rahmat-Nya, Allah memasukkan hamba tersebut ke dalam surga karena amalan puasa yang terjaga itu.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi ibadah yang sarat dengan keikhlasan, kesabaran, dan kedekatan langsung antara hamba dan Rabb-nya. Keistimewaannya terletak pada pahala tanpa batas dan balasan langsung dari Allah.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu menjaga kualitas puasa, sehingga meraih keberkahan dan ampunan di bulan Ramadan. (*)
- Penulis: Suradi

