Kamis, 16 Apr 2026
light_mode
Beranda » Kepri » Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Sejarah Kepri, Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat

Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Sejarah Kepri, Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat

  • account_circle Suradi
  • calendar_month Sen, 13 Apr 2026

InspirasiToday– Rencana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah unggulan.

Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas RI, Medrilzam, menyebut potensi tersebut akan semakin kuat setelah pembangunan museum dan monumen rampung. Keberadaannya diyakini mampu menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Pulau Penyengat ini sangat besar potensinya untuk wisata sejarah dan kebudayaan,” ujar Medrilzam saat kunjungan di Pulau Penyengat, Jumat (10/4/2026).

Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendorong realisasi pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa. Hal ini tidak lepas dari nilai historis Pulau Penyengat yang memiliki kaitan erat dengan lahirnya bahasa Indonesia.

“Kami berharap keunggulan ini dapat menarik wisatawan luar negeri, terlebih jika didukung event berskala internasional,” katanya.

Selain itu, Medrilzam mengaku terkesan dengan keindahan Pulau Penyengat setelah mengunjungi sejumlah lokasi penting, seperti Masjid Penyengat, Balai Adat, serta titik rencana pembangunan museum dan monumen.

“Kalau ke Kepri sangat disayangkan tidak sampai ke Penyengat. Ini bisa menjadi magnet wisata tersendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, menyampaikan bahwa peletakan batu pertama pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa ditargetkan berlangsung pada Juni mendatang.

“Kita masih menunggu proses lelang manajemen konstruksi. Perkiraan bulan Juni sudah mulai berjalan,” ungkap Ansar.

Ia menambahkan, kehadiran museum dan monumen tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata baru di Kepulauan Riau, khususnya Kota Tanjungpinang.

“Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, tentu akan berdampak pada pertumbuhan dan perputaran ekonomi, terutama di Pulau Penyengat,” tutupnya.(*)

  • Penulis: Suradi
expand_less