Partai Gelora Dorong Partai Politik Memimpin Perubahan, Bukan Hanya Mengikuti Opini Publik **Me
- account_circle admin
- calendar_month Sel, 16 Jun 2026

InspirasiToday – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta, menegaskan bahwa partai politik harus kembali menjalankan peran utamanya sebagai mesin perubahan sosial, bukan sekadar mengikuti arus opini publik yang berkembang di masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Anis Matta saat memberikan arahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD Partai Gelora Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Sabtu.
Menurut Anis, organisasi politik sejak awal dibentuk untuk mengemban misi perubahan dan menjadi instrumen yang mampu membawa masyarakat menuju kondisi yang lebih baik.
“Organisasi politik pada dasarnya diciptakan untuk menjalankan misi sebagai mesin perubahan. Tugas para pemimpin adalah mendengarkan suara rakyat,” kata Anis Matta.
Politikus Harus Mampu Memimpin Perubahan
Anis menilai tidak seluruh aspirasi masyarakat dapat diakomodasi secara langsung dalam setiap kebijakan. Namun, seorang politikus harus memahami cara berpikir masyarakat agar mampu menghadirkan solusi dan perubahan yang dibutuhkan.
Menurutnya, kepemimpinan politik tidak hanya diukur dari kemampuan mengikuti kehendak publik, tetapi juga dari keberanian menawarkan gagasan dan arah baru yang membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
“Kalau kita mampu mengikuti atau mengubah persepsi publik, itu baru pemimpin. Kalau kita mampu mengubah cara masyarakat hidup, itu baru partai politik. Kalau hanya mengikuti arus, kita adalah pengikut, bukan pemimpin,” ujarnya.
Anis menilai perubahan sosial merupakan fungsi penting partai politik yang mulai tergerus akibat praktik politik yang terlalu berorientasi pada modal dan kepentingan elektoral.
Menurut dia, banyak partai politik saat ini lebih berfungsi sebagai kendaraan untuk memasuki kekuasaan sehingga perannya sebagai instrumen transformasi sosial menjadi berkurang.
Oleh karena itu, Anis meminta kader Partai Gelora yang duduk sebagai anggota legislatif memposisikan diri sebagai pemimpin perubahan di daerah masing-masing.
Ia menegaskan keberhasilan partai politik tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, melainkan juga kemampuan menghadirkan gagasan yang mampu menggerakkan masyarakat.
Anis mencontohkan sejumlah organisasi kemasyarakatan yang berkembang besar meski berawal dengan sumber daya terbatas karena ditopang semangat sukarela dan tujuan perubahan yang kuat.
“Kalau kita mampu mengubah cara masyarakat hidup, itu baru partai politik,” kata Anis. (*)
- Penulis: admin

