Jimmy Siburian Anggota DPRD Kota Batam Soroti Keberadaan “Pipa Hantu” , Saat Tinjau Proyek Drainase Rp15 Miliar di Sei.Beduk
- account_circle Oyong
- calendar_month Sab, 8 Agu 2026

InspirasiToday — Jimmy Siburian Anggota DPRD Kota Batam Dapil III turun langsung meninjau progres pembangunan Proyek Peningkatan Drainase Jalan S. Parman serta pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di Kecamatan Sei Beduk, Kamis (6/8/2026).
Kunjungan ini sekaligus menjawab perhatian publik yang tengah menyoroti keberadaan utilitas misterius berdiameter besar di jalur proyek yang dikenal warga setempat sebagai “Pipa Hantu” lantaran belum diketahui identitas maupun legalitas kepemilikannya.
Proyek drainase strategis ini sendiri dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam dengan nilai sekitar Rp15 miliar.
Setibanya di lokasi, Jimmy Siburian memantau langsung kondisi pipa yang masih mengalirkan air secara terus-menerus. Ia bahkan mencium secara langsung aroma menyengat yang bersumber dari aliran air tersebut.
Menanggapi temuan itu, Jimmy langsung meminta penjelasan mengenai perkembangan penanganan yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah.
Lurah Duriangkang, Gabriella Panjaitan, menjelaskan bahwa sehari sebelumnya pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama instansi terkait telah turun ke lapangan guna mengambil sampel air untuk uji laboratorium.
“Kemarin DLH dan pihak terkait juga sudah hadir terkait limbah ini. Pengambilan sampel dilakukan sekitar 20 meter sebelum dan 20 meter sesudah titik aliran air tersebut,” ujar Gabriella di lokasi peninjauan.
Terkait hasil uji laboratorium, Gabriella memperkirakan hasilnya baru akan keluar dalam waktu 10 hingga 14 hari kerja, baik dari pihak terkait maupun laboratorium pemerintah.
Saat didesak mengenai siapa pihak di balik kepemilikan utilitas misterius tersebut, Gabriella menyebutkan bahwa saat proses pengambilan sampel air sebelumnya, turut hadir sejumlah pihak seperti perwakilan kawasan industri, pemerintah setempat, serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam. Kendati demikian, kepastian resmi mengenai pemilik pipa tersebut masih menunggu konfirmasi dari instansi berwenang.
Menyikapi hal ini, Jimmy Siburian menegaskan bahwa dirinya tidak ingin keberadaan “Pipa Hantu” tersebut menjadi kendala yang menghambat kelancaran proyek drainase yang selama bertahun-tahun telah dinantikan oleh masyarakat Kecamatan Sei Beduk.
“Terkait keberadaan pipa ini, pipa apa kalian beri nama, pipa hantu ya. Jangan sampai mengganggu proses proyek drainase kita,” tegas Jimmy.
Ia menilai bahwa infrastruktur drainase ini memegang peranan krusial bagi warga. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar hasil uji laboratorium dari instansi terkait dapat segera diumumkan secara transparan kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Harapan kita dengan turunnya instansi terkait semuanya dapat terjawab. Berdasarkan keterangan Bu Lurah tadi, hasil laboratorium akan keluar sekitar 14 hari sejak sampel diambil. Kita pantau bersama,” ungkap politisi tersebut.
“Supaya masyarakat tidak terus bertanya-tanya. Kalau memang ada unsur tertentu tentu harus segera diantisipasi. Kalau memang tidak ada juga harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” imbuhnya.
Disinggung mengenai potensi terganggunya jalannya proyek akibat keberadaan utilitas tersebut, Jimmy menyerahkan aspek teknis kepada pihak pelaksana dan kontraktor di lapangan. Kendati demikian, ia memastikan lembaga legislatif akan senantiasa mengawal proyek agar berjalan optimal dan tepat sasaran(*)
- Penulis: Oyong

