Razia Gabungan Lapas Cipinang, Tidak Ditemukan Narkoba dan Handphone di Blok Hunian
- account_circle Suradi
- calendar_month Sab, 19 Sep 2026

InspirasiToday – Tidak ditemukan narkoba maupun handphone dalam razia
gabungan di sejumlah blok hunian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang,
Jumat (18/9).
Pengawasan juga diperluas melalui tes urine terhadap Warga Binaan dan petugas yang berdinas malam, sebagai langkah menjaga konsistensi ZERO HALINAR.
Razia melibatkan jajaran Pemasyarakatan bersama TNI, BNNK Jakarta Timur, serta
unsur Polri termasuk Brimob, dan dimonitor langsung Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Daerah Khusus Jakarta.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan hasil tersebut menjadi
indikator positif, tetapi tidak boleh membuat kewaspadaan mengendur.
“Tidak ditemukannya narkoba dan handphone tentu menjadi hasil positif, tetapi pengawasan tidak boleh berhenti. ZERO HALINAR harus terus dijaga melalui deteksi dini, pemeriksaan, dan evaluasi secara konsisten. Pengawasan berlaku menyeluruh, baik terhadap lingkungan hunian maupun jajaran petugas,” tegas Dr. Syarpani.
Dalam pemeriksaan, petugas gabungan menyisir kamar hunian, barang pribadi Warga Binaan, serta titik-titik yang menjadi sasaran pengawasan. Meski nihil narkoba dan handphone, sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian berupa kabel, colokan, dan modifikasi alat pemanas tetap diamankan, didata, dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Kontrol kemudian diperkuat melalui tes urine terhadap puluhan Warga Binaan dan
seluruh petugas yang sedang berdinas malam. Pemeriksaan terhadap kedua unsur tersebut menegaskan bahwa pencegahan narkoba tidak hanya diarahkan kepada
Warga Binaan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan integritas petugas.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas DK Jakarta, Wachid Wibowo, yang memonitor
langsung kegiatan menegaskan pentingnya kerja bersama dalam menjaga konsistensi
ZERO HALINAR.
“ZERO HALINAR membutuhkan integritas dan kerja bersama. Sinergi dengan TNI,
Polri, BNN, dan aparat penegak hukum harus terus diperkuat melalui langkah nyata, mulai dari deteksi dini hingga pencegahan setiap potensi gangguan keamanan,” tegas Wachid.
Kepala BNNK Jakarta Timur, Kombes Pol. Almas B. Arrasuli, S.Kom., turut
menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dalam mencegah peredaran
narkoba. Menurutnya, pemeriksaan bersama dan tes urine menjadi bagian dari deteksi dini untuk mempersempit potensi masuk dan beredarnya narkoba di lingkungan Pemasyarakatan.
Razia gabungan ini sekaligus menguatkan implementasi 15 Program Aksi Kementerian
Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya pemberantasan peredaran
narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan. Bagi Lapas Cipinang, hasil nihil narkoba dan handphone bukan titik akhir pengawasan, melainkan penguat untuk terus menjalankan deteksi dini, evaluasi, dan pengendalian secara konsisten guna menjaga lingkungan yang aman dan kondusif bagi pembinaan Warga
Binaan.
- Penulis: Suradi

