Anggota DPRD Kepri Aman Buka Suara soal Blackout Batam, Soroti Kepercayaan Investor
- account_circle admin
- calendar_month 9 jam yang lalu

InspirasiToday – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Aman, S.Pd, MM., mengajak masyarakat menghentikan polemik terkait pemadaman listrik atau blackout yang melanda Batam pada Senin, 12 Oktober 2026. Ia meminta masyarakat mendukung proses penyidikan kepolisian untuk mengungkap penyebab serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Aman menilai, informasi yang disampaikan Polda Kepri bersama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengenai dugaan keterlibatan oknum petugas dan pekerja pelaksana perlu ditindaklanjuti melalui proses hukum yang profesional dan transparan.
Menurutnya, penyidikan diharapkan dapat mengungkap apakah pemadaman tersebut terjadi akibat kelalaian atau kesengajaan, termasuk motif dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.
“Sudah saatnya kita mendukung kepolisian untuk bekerja secara profesional mengungkap motif serta tujuan dari dugaan kelalaian atau kesengajaan tersebut. Yang tidak kalah penting, penyidikan juga diharapkan dapat mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas padamnya listrik di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang,” ujarnya, Kamis, 22 Oktober 2026.
Aman merupakan anggota Komisi IV DPRD Kepri yang membidangi urusan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat. Ia terpilih sebagai anggota DPRD Kepri periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kepri 4 atau Batam A, yang meliputi Kecamatan Batam Kota, Bengkong, Batu Ampar, dan Lubuk Baja.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, polemik yang berkepanjangan berpotensi mengalihkan perhatian dari upaya pemulihan layanan dan evaluasi sistem kelistrikan.
Jaga Kepercayaan Investor terhadap Batam
Aman juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan dunia usaha terhadap Batam. Ia menilai, stabilitas pelayanan publik, termasuk pasokan listrik, menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mendukung iklim investasi.
Menurut Aman, Batam memiliki keunggulan strategis karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. Posisi tersebut menjadi salah satu modal bagi Batam untuk berkembang sebagai pusat industri, perdagangan, dan kegiatan ekonomi yang terhubung dengan pasar global.
“Pertumbuhan investasi dapat memberikan dampak terhadap perekonomian daerah melalui perkembangan industri, perputaran kegiatan usaha, dan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.
Karena itu, Aman mengajak masyarakat menyampaikan informasi secara bertanggung jawab dan menghindari penyebaran berita bohong maupun narasi yang belum didukung fakta.
Ia menegaskan, kritik terhadap persoalan pelayanan publik tetap diperlukan sebagai bagian dari evaluasi. Namun, kritik tersebut sebaiknya disampaikan berdasarkan data dan diarahkan untuk mendorong perbaikan, bukan membangun kesimpulan yang belum terbukti.
Blackout Jadi Bahan Evaluasi
Aman menyebut insiden pemadaman listrik tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait agar kejadian serupa dapat dicegah. Keandalan pasokan listrik dinilai penting bagi aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, serta keberlangsungan kegiatan industri dan usaha di Batam.
Ia juga mengapresiasi upaya pemulihan layanan listrik yang dilakukan PLN Batam. Di sisi lain, ia meminta proses hukum berjalan sesuai ketentuan dan hasil penyidikan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Menurutnya, kepolisian perlu diberi ruang untuk menuntaskan penyidikan berdasarkan bukti dan prosedur hukum yang berlaku. Penetapan pihak yang bertanggung jawab harus mengacu pada hasil penyidikan, bukan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Aman berharap masyarakat, pemerintah, PLN, dan aparat penegak hukum dapat mengambil pelajaran dari insiden tersebut. Dengan evaluasi yang menyeluruh dan komunikasi yang berbasis fakta, kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik serta iklim usaha Batam diharapkan tetap terjaga. ***
- Penulis: admin

