Senin, 27 Jul 2026
light_mode
Beranda » Batam » Anwar Anas Berorasi di Demo MBG, Dewan Pendidikan Batam Kecam Pelibatan Ratusan Siswa

Anwar Anas Berorasi di Demo MBG, Dewan Pendidikan Batam Kecam Pelibatan Ratusan Siswa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 23 Jun 2026

InspirasiToday – Pelibatan ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam menuai kritik dari berbagai pihak.

Aksi yang berlangsung di Kantor DPRD Batam pada Minggu (21/6/2026) itu turut dihadiri Anggota DPRD Kota Batam dari Partai Gerindra, Anwar Anas. Dalam orasinya, ia mengajak para peserta mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah pusat.

“Prabowo terpilih karena punya program MBG, makanya masyarakat Indonesia memilih beliau,” ujar Anwar Anas di hadapan peserta aksi.

Kehadiran politisi aktif dalam kegiatan yang melibatkan siswa sekolah tersebut kemudian menjadi sorotan sejumlah pihak, terutama terkait batasan antara edukasi publik dan aktivitas yang berpotensi bernuansa politik.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Fendi Hidayat, mengecam keras keterlibatan anak-anak dalam kegiatan yang bernuansa demonstrasi atau penyampaian aspirasi publik tersebut.

Menurutnya, setiap aktivitas yang melibatkan peserta didik harus mengedepankan prinsip perlindungan anak dan kepentingan terbaik bagi tumbuh kembang mereka.

“Pelibatan siswa dalam aksi demo di luar sekolah rentan memicu tekanan mental, potensi eksploitasi terselubung, dan mengabaikan hak konstitusional anak untuk mendapatkan lingkungan tumbuh kembang yang aman dan optimal,” tegas Fendi.

Ia menilai mobilisasi siswa ke ruang publik untuk kepentingan demonstrasi tidak tepat dan berpotensi mencederai marwah dunia pendidikan.

Kadisdik Batam Akui Guru dan Siswa Dikerahkan

Selain pelibatan siswa, aksi tersebut juga menuai perhatian karena dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan.

Hendri mengakui bahwa pihaknya melibatkan guru dan siswa dalam pawai dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, langkah tersebut berangkat dari banyaknya keluhan orang tua terkait tersendatnya pelaksanaan program MBG di Kota Batam akibat persoalan anggaran.

Ia juga membenarkan telah mengumpulkan para guru untuk membahas berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat mengenai program tersebut.

Dari hasil pembahasan tersebut, lanjut Hendri, muncul inisiatif untuk menggelar pawai sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

“Inilah yang pantas kita lakukan. Kita sampaikan masukan ke kawan-kawan DPRD untuk disampaikan kepada pemerintah pusat bahwa program MBG ini bagus,” kata Hendri kepada awak media.

Sorotan terhadap Perlindungan Anak

Polemik pelibatan siswa dalam aksi dukungan MBG memunculkan perdebatan mengenai batas keterlibatan anak-anak dalam kegiatan yang berkaitan dengan penyampaian aspirasi publik.

Dewan Pendidikan Kota Batam menegaskan bahwa dunia pendidikan harus tetap menjadi ruang yang aman, netral, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi peserta didik. Oleh karena itu, setiap kegiatan yang melibatkan anak-anak di luar proses pembelajaran perlu mempertimbangkan aspek perlindungan anak secara menyeluruh.

Peristiwa ini pun menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai pandangan terkait peran institusi pendidikan dalam menyikapi isu-isu kebijakan publik yang berkembang di masyarakat. (*)

  • Penulis: admin
expand_less