Senin, 27 Apr 2026
light_mode
Beranda » Kepri » Bulog Diminta Tambah Pasokan, DPR Temukan Stok MinyaKita Kurang di Kepri

Bulog Diminta Tambah Pasokan, DPR Temukan Stok MinyaKita Kurang di Kepri

  • account_circle Suradi
  • calendar_month 15 jam yang lalu

InspirasiToday – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menemukan adanya kekurangan stok minyak goreng subsidi MinyaKita di wilayah Kepulauan Riau saat melakukan kunjungan kerja ke gudang Perum Bulog di Batu Merah, Nongsa, Jumat (24/4/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Meireza Endipat Wijaya bersama rombongan dan didampingi oleh Nyanyang Haris Pratamura.

Dalam peninjauan tersebut, Meireza Endipat Wijaya menegaskan bahwa pengawasan ini bertujuan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, khususnya di Batam dan wilayah hinterland.

“Kami ingin memastikan Bulog siap melayani kebutuhan masyarakat. Dari hasil pantauan, stok secara umum tersedia, namun memang masih ada kekurangan pada beberapa komoditas seperti minyak goreng,” ujarnya.

Ia menambahkan, temuan ini akan dibawa ke pemerintah pusat dan kementerian terkait agar distribusi ke Kepulauan Riau dapat segera ditingkatkan.

“Kalau memang kurang, tentu harus kita minta tambahan. Hasil kunjungan ini akan kami sampaikan agar ada dukungan stok ke daerah,” tegasnya.

Pemprov Kepri Pastikan Stok Aman
Sementara itu, Nyanyang Haris Pratamura memastikan kondisi stok pangan di Kepulauan Riau masih dalam keadaan aman.

“Untuk persiapan ke depan, Alhamdulillah masih aman dan tidak ada masalah. Harga juga sudah diatur sesuai HET, dan distribusi melalui Bulog maupun mitra berjalan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap melakukan pengawasan ketat agar harga di pasaran tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Bulog: Stok Beras Aman hingga 3 Bulan
Dari sisi Perum Bulog, Pimpinan Cabang Batam, Guido XL Pereira, menyampaikan bahwa stok beras masih mencukupi.

“Stok beras medium saat ini sekitar 4.500 ton dan premium sekitar 1.500 ton. Secara keseluruhan cukup untuk kebutuhan tiga bulan ke depan,” ungkapnya.

Meski stok beras dinyatakan aman, kekurangan MinyaKita menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat.(*)

  • Penulis: Suradi
expand_less