Dua Jihad di Bulan Suci: Menempa Diri di Siang Melatih Kesabaran dan Malam Ibadah Qiyam Ramadan 2026
- account_circle Suradi
- calendar_month Jum, 6 Mar 2026

InspirasiToday – Bulan Ramadan bukan sekadar ritual tahunan untuk mengubah pola makan. Lebih dari itu, Ramadan adalah sebuah medan perjuangan batin yang intens bagi setiap Muslim.
Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah, seorang ulama besar, memberikan perumpamaan yang indah mengenai fase ini dalam kitabnya, Lathā’if al-Ma‘ārif.
Menurut beliau, setiap mukmin di bulan Ramadan sejatinya sedang menempuh dua jihad sekaligus untuk menaklukkan hawa nafsu.
1. Jihad di Siang Hari: Melatih Kesabaran
Jihad pertama dilakukan saat matahari masih bersinar melalui ibadah puasa. Di sini, seorang Muslim berjuang menahan keinginan-keinginan dasar manusiawi seperti lapar, dahaga, dan dorongan nafsu lainnya.
Ini adalah bentuk pengabdian melalui kesabaran dan keteguhan hati.
2. Jihad di Malam Hari: Pengabdian dalam Qiyam
Jihad kedua berlanjut ketika malam tiba melalui ibadah qiyam (salat malam). Setelah seharian berpuasa, tubuh yang lelah diajak untuk berdiri tegak menghadap Sang Pencipta.
Ini adalah bentuk perjuangan melawan rasa kantuk dan lelah demi meraih kemanisan iman dalam sujud-sujud panjang.
Ganjaran Bagi Sang Pejuang Ramadan
Dalam Lathā’if al-Ma‘ārif (hlm. 171), Ibnu Rajab menekankan sebuah janji yang luar biasa:
“Barangsiapa mampu menghimpun dua jihad ini, menunaikan hak keduanya dengan benar, dan bersabar atas keletihannya, maka ia akan disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
Ramadan 2026 ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan kualitas penghambaan kita. Jika siang hari adalah medan untuk menguji kesabaran, maka malam hari adalah panggung untuk menunjukkan kerinduan kepada Allah SWT.
Barangsiapa yang mampu menjaga ritme ibadahnya—tetap sabar saat terang dan tetap khusyuk saat gelap—ia tidak hanya sekadar melewati bulan puasa, tetapi ia keluar sebagai pemenang yang mendapatkan pahala tak terhingga.
Semoga Allah SWT menguatkan pundak kita untuk memikul dua jihad ini, hingga kita termasuk dalam golongan hamba yang disempurnakan pahalanya.(*)
- Penulis: Suradi

