Hingga 11 Persen Singapura Naikkan Harga Tiket Kapal Feri Batam , Pemprov Kepri Lapor Pusat
- account_circle Suradi
- calendar_month Sab, 14 Mar 2026

InspirasiToday – Singapura menaikkan harga tiket kapal feri rute Batam–Singapura hingga sekitar 11 persen mulai 12 Maret 2026. Kenaikan tarif ini langsung mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau karena berpotensi mempengaruhi mobilitas penumpang dan sektor pariwisata di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi terbaru, tarif perjalanan satu arah dari Batam menuju Singapura yang sebelumnya berkisar antara Rp570.000 hingga Rp650.000 mengalami kenaikan sekitar Rp65.000 per penumpang.Fakta Terpercaya
Menanggapi kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau segera melaporkan situasi ini kepada pemerintah pusat untuk mencari solusi .
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menjelaskan bahwa penetapan tarif kapal komersial internasional merupakan kewenangan pemerintah pusat. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut melalui rapat bersama kementerian terkait.
“Insya Allah pada 16 Maret 2026 akan digelar rapat koordinasi bersama pemerintah pusat untuk membahas persoalan ini,” kata Hasan di Tanjungpinang, Jumat (13/3/2026).
Rincian Kenaikan Tarif Feri
Kenaikan harga tiket feri ini berlaku di sejumlah pintu masuk utama Kepulauan Riau, dengan rincian sebagai berikut:
Penumpang yang berangkat dari wilayah Kepri seperti Batam, Tanjungpinang, dan Karimun dikenakan kenaikan sekitar Rp65.000 per orang.
Penumpang yang berangkat dari Singapura dikenakan tambahan biaya sebesar SGD 6 per orang.
Dengan kebijakan baru tersebut, harga tiket pulang-pergi (PP) rute Singapura–Batam kini mencapai sekitar SGD 88 atau sekitar Rp1,1 juta. Sebelumnya, tarif perjalanan PP umumnya berada di kisaran SGD 76 atau sekitar Rp1 juta.
Sementara itu, tarif satu arah dari Batam menuju Singapura kini berkisar antara Rp570 ribu hingga Rp650 ribu, naik dari harga sebelumnya yang berada di sekitar Rp530 ribu.
Diduga Dipicu Kenaikan Harga BBM
Hasan menyebutkan bahwa kenaikan tarif feri ini diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah meningkatnya harga bahan bakar.
Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan terganggunya pasokan BBM akibat konflik di kawasan Timur Tengah serta kebijakan pemerintah Singapura yang menaikkan harga bahan bakar.
“Kenaikan tarif ini juga berkaitan dengan kebijakan pemerintah Singapura yang menaikkan harga BBM,” ujarnya.
Berpotensi Pengaruhi Kunjungan Wisatawan
Kenaikan harga tiket feri Batam–Singapura diperkirakan dapat berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepulauan Riau.
Hal ini karena Singapura merupakan salah satu sumber wisatawan terbesar bagi Kepri sekaligus pintu masuk utama wisatawan asing dari berbagai negara menuju wilayah tersebut.
Meski demikian, Hasan berharap dampak kenaikan tarif tersebut tidak terlalu signifikan terhadap sektor pariwisata. Ia menilai penguatan nilai tukar dolar Singapura pada awal 2026 masih dapat menjaga daya beli wisatawan.
“Kita akan melihat perkembangan hingga April 2026, apakah kenaikan tarif ini benar-benar berdampak besar terhadap kunjungan wisatawan ke Kepri atau tidak,” kata Hasan. (*)
- Penulis: Suradi

