Senin, 1 Jun 2026
light_mode
Beranda » Batam » Jalan Simpang Sei Pancur – Kampung Bagan dan Drainase GMP, Masuk 15 Proyek Strategis Batam 2026

Jalan Simpang Sei Pancur – Kampung Bagan dan Drainase GMP, Masuk 15 Proyek Strategis Batam 2026

  • account_circle Suradi
  • calendar_month Ming, 11 Jan 2026

InspirasiToday – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mencanangkan 15 proyek strategis dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026. Proyek-proyek ini diprioritaskan untuk membenahi persoalan infrastruktur dasar sekaligus mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa setiap proyek yang dicanangkan harus menjawab kebutuhan mendesak masyarakat serta menjadi solusi atas tantangan perkotaan.

Daftar Proyek Unggulan Tahun 2026
Beberapa proyek besar yang menjadi fokus dalam perencanaan tahun ini meliputi:

Akses Jalan: Pembangunan jalan dari Simpang Sei Pancur menuju Kampung Bagan.

Pendidikan: Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMP di kawasan Botania dan pembangunan SD 011 Batam.
Pengendalian Banjir: Pembangunan drainase di kawasan GMP pengadaan rumah pompa banjir.

Kebersihan: Pengadaan sarana persampahan modern seperti arm roll, compactor, dan bin container.

Budaya & Hinterland: Revitalisasi Gedung Beringin sebagai Pusat Budaya Nusantara serta penguatan infrastruktur dasar di wilayah pulau (hinterland).

Banjir dan Sampah Tetap Jadi Prioritas

Meski memiliki 15 program prioritas, Amsakar mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak lengah terhadap dua masalah krusial: sampah dan banjir.

“Lima belas program prioritas boleh berjalan baik. Namun, jika persoalan sampah dan banjir belum tuntas, manfaat pembangunan lainnya tidak akan dirasakan maksimal oleh masyarakat. Saya minta perhatian penuh, jiwa dan raga, untuk menyelesaikan ini,” tegas Amsakar.

Transformasi Pembangunan, dari Fisik ke SDM

Di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, arah pembangunan Batam kini mulai bergeser. Jika sebelumnya fokus utama berada pada infrastruktur fisik secara masif, kini Pemko Batam memberikan porsi lebih besar pada pemberdayaan masyarakat.

Indikator keberhasilan pembangunan Batam dibantaranya ditandai dengan penurunan angka kemiskinan dari 4,85% (2024) menjadi 3,81% (2025).

Kemudian peningkatan Indeks Pembangunan Manusia yang kini mencapai angka 83,80, serta penyaluran beasiswa bagi warga hinterland dan bantuan khusus untuk lansia.

Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7%, Amsakar menekankan pentingnya sinkronisasi data dan kolaborasi yang erat antara Pemko Batam dan BP Batam. Ia juga menuntut adanya transformasi budaya kerja di lingkungan birokrasi.

“Jangan ada lagi cara kerja lama atau setengah hati. Mari bertransformasi dan lebih terbuka terhadap masukan masyarakat agar pembangunan benar-benar inklusif dan berkeadilan,” jelasnya.***

  • Penulis: Suradi
expand_less