Rabu, 10 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Kapal Kargo Golden Star 1 Tenggelam di Selat Singapura, Ratusan Kontainer Hanyut hingga di Laut Batam

Kapal Kargo Golden Star 1 Tenggelam di Selat Singapura, Ratusan Kontainer Hanyut hingga di Laut Batam

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 7 Jun 2026

InspirasiToday – Kapal kargo MV Golden Star 1 dilaporkan tenggelam di perairan Selat Singapura, tepatnya di kawasan Vessel Traffic Information System (VTIS) East, setelah mengalami kebocoran hebat pada bagian haluan kapal (forepeak).

Insiden yang terjadi pada Jumat malam (5/6/2026) itu mengakibatkan sebanyak 107 kontainer muatan kapal terlepas dan hanyut ke laut. Sebagian kontainer bahkan terbawa arus hingga memasuki wilayah perairan Indonesia, tepatnya di sekitar Pulau Putri, Kota Batam.

Informasi awal mengenai kejadian tersebut diterima sekitar pukul 21.30 WIB. Kapal patroli KN 376 milik KSOP Khusus Batam yang sedang melakukan patroli rutin di sektor tersebut langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan darurat.

Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli (KBPPH) KSOP Khusus Batam, Yuzirwan Nasution, membenarkan insiden tenggelamnya kapal tersebut.

“Kejadiannya semalam. Kapal berbendera Tanzania. Semua ABK kapal sudah diselamatkan,” ujar Yuzirwan saat dikonfirmasi.

MV Golden Star 1 merupakan kapal kargo berbendera Tanzania dengan bobot 1.479 Gross Ton (GT). Kapal tersebut dinakhodai Ageng Sulistiawan dan tengah berlayar dari Singapura menuju Pasir Gudang, Malaysia.

Kebocoran Terjadi dalam Waktu Kurang dari 15 Menit

Berdasarkan informasi awal, kapal mengalami kebocoran serius pada kompartemen forepeak. Air laut masuk dengan sangat cepat hingga menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan.

Proses masuknya air dilaporkan berlangsung kurang dari 15 menit sebelum akhirnya kapal mengalami kemiringan dan tidak dapat diselamatkan.

Akibat kondisi tersebut, sebanyak 107 kontainer yang berada di atas kapal terlepas dan hanyut ke jalur pelayaran tersibuk di kawasan Selat Singapura.

Saat kejadian, terdapat sembilan anak buah kapal (ABK) yang seluruhnya merupakan warga negara Indonesia. Seluruh kru berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh petugas KN 376 milik KSOP Khusus Batam.

“Kapal yang menyelamatkan KN 376 milik KSOP Khusus Batam,” kata Yuzirwan.

Tujuh Kontainer Ditemukan di Perairan Batam

Sementara itu, sebanyak tujuh kontainer yang hanyut hingga memasuki wilayah Indonesia berhasil diamankan oleh Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Tanjunguban, Kabupaten Bintan.

Kontainer-kontainer tersebut ditemukan mengapung di sekitar Perairan Pulau Putri, Kota Batam, pada Jumat malam.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala PPLP Tanjunguban, Alfaizul, mengatakan lima kontainer berhasil dievakuasi langsung oleh petugas, sedangkan dua kontainer lainnya diamankan dengan bantuan nelayan setempat.

“Sekarang tujuh kontainer itu sudah berada di Pulau Putri, Kota Batam,” kata Alfaizul, Sabtu (6/6/2026).

Meski telah diamankan, hingga saat ini petugas masih belum mengetahui isi muatan di dalam kontainer tersebut.

“Kita belum tahu muatan di dalam kontainer itu apa. Intinya, kita evakuasi dan amankan dulu kontainer yang hanyut di perairan Kota Batam,” ujarnya.

Koordinasi dengan Otoritas Singapura

Berdasarkan informasi yang diterima PPLP Tanjunguban, tujuh kontainer tersebut berasal dari MV Golden Star 1 yang tenggelam di kawasan Traffic Separation Scheme (TSS) Singapura.

Sebelum tenggelam, kapal dilaporkan mengalami kemiringan sekitar 10 derajat akibat kebocoran yang terjadi pada bagian depan kapal.

Saat ini, PPLP Tanjunguban masih berkoordinasi dengan otoritas maritim Singapura untuk mengidentifikasi pemilik kapal dan menentukan langkah penanganan terhadap kontainer yang telah ditemukan di wilayah Indonesia.

“Kita sedang koordinasi dengan pihak Singapura untuk meminta menghubungi owner pemilik kapal yang tenggelam tersebut agar bisa datang ke Indonesia,” ujar Alfaizul.

Petugas juga terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi kemungkinan masih adanya kontainer lain yang hanyut ke wilayah perairan Indonesia, sekaligus mencegah gangguan terhadap keselamatan pelayaran di sekitar Batam dan Bintan.

  • Penulis: admin
expand_less