Kamis, 16 Apr 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Doa Awal Tahun Baru 2026, Renungan dan Harapan di Malam Pergantian Tahun

Doa Awal Tahun Baru 2026, Renungan dan Harapan di Malam Pergantian Tahun

  • account_circle Setiawan
  • calendar_month Rab, 31 Des 2025

InspirasiToday – Seiring bergulirnya waktu, Rabu (31 Desember 2025) menjadi penutup perjalanan tahun 2025, membuka gerbang menuju tahun baru 2026. Momen pergantian tahun sering dimaknai beragam—ada yang merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga atau sahabat, sementara umat Islam menyambutnya dengan tradisi refleksi dan doa.

Membaca doa akhir dan awal tahun merupakan bentuk penghambaan—sebagai renungan atas segala khilaf yang telah berlalu, sekaligus menabur harapan akan kebaikan di masa mendatang.

Meski doa ini bukan termasuk doa ma’tsur (yang langsung diajarkan Rasulullah SAW), para ulama menganjurkannya sebagai bagian dari kesunahan berdoa secara umum.

Doa-doa ini dapat dibaca secara sendiri atau berjamaah, dengan membaca doa akhir tahun sebanyak tiga kali, dilanjutkan dengan doa awal tahun.

Doa Akhir Tahun 2025

Seperti tercantum dalam kitab Maslakul Akhyar karya Mufti Jakarta Habib Utsman bin Yahya, berikut lafal doa akhir tahun:

اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

Artinya:
“Ya Allah, segala perbuatan yang telah kulakukan sepanjang tahun ini, yang Engkau larang namun belum kutobati, yang Engkau maafkan dengan kemurahan-Mu meski Engkau berkuasa menghukumku, dan yang Engkau serukan untuk bertobat namun tetap kukerjakan sebagai bentuk kedurhakaan pada-Mu—maka aku memohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku. Dan segala amal yang kau ridhai serta janji pahala-Mu yang Kau janjikan, terimalah itu dariku. Jangan pupuskan harapanku pada-Mu, wahai Yang Maha Mulia.”

  • Penulis: Setiawan
expand_less