Kapasitas Ribuan Ton Beras, Bulog Bangun 5 Gudang Baru di Pulau Terluar Kepri
- account_circle Suradi
- calendar_month Sen, 18 Mei 2026

InspirasiToday – Perum Bulog terus memperluas distribusi program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) beras medium di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kepulauan Riau melalui pembangunan gudang baru mulai 2026.
Program pembangunan gudang tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah perbatasan Indonesia.
Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan pembangunan infrastruktur pascapanen akan difokuskan di lima titik strategis wilayah 3T Kepri.
“Khusus di Kepri, tahun ini akan dibangun infrastruktur pasca panen, berupa gudang Bulog di lima titik yang menyasar pulau 3T, seperti Natuna, Anambas, dan Lingga,” ujar Arief, Sabtu.
Natuna Dapat Tambahan Tiga Gudang Bulog
Di Kabupaten Natuna, Bulog akan menambah tiga gudang baru yang berlokasi di Pulau Laut, Midai, dan Serasan.
Masing-masing gudang memiliki kapasitas penyimpanan hingga 1.000 ton beras.
Saat ini Natuna telah memiliki dua gudang Bulog yang berada di Ranai dan Sedanau dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton beras. Dengan tambahan tersebut, total nantinya akan terdapat lima gudang Bulog di wilayah perbatasan utara Indonesia itu.
Sementara di Kabupaten Kepulauan Anambas, Bulog akan membangun satu gudang baru di Pulau Jemaja berkapasitas 1.000 ton beras.
Saat ini Anambas baru memiliki satu gudang Bulog di Tarempa dengan kapasitas serupa.
Gudang Baru di Lingga dan Karimun
Bulog juga akan menambah satu gudang baru di Kabupaten Lingga yang dipusatkan di Pulau Dabok dengan kapasitas 1.000 ton beras.
Namun realisasi pembangunan gudang di Lingga baru akan dimulai pada 2027.
“Di Lingga baru terdapat satu gudang Bulog di Daik. Jarak antara Daik dan Dabok sekitar satu jam perjalanan laut,” kata Arief.
Sementara itu, di Kabupaten Karimun, Bulog saat ini masih menyewa gudang penyimpanan berkapasitas 800 ton.
Dalam waktu dekat, pemerintah pusat disebut akan membangun gudang Bulog permanen di wilayah tersebut dengan kapasitas mencapai 2.000 ton beras.
Perkuat Ketahanan Pangan di Wilayah Perbatasan
Menurut Arief, pembangunan gudang baru di kawasan 3T Kepri merupakan usulan masyarakat bersama pemerintah daerah yang kemudian dikaji dan disetujui pemerintah pusat bersama Bulog.
Pembangunan akan didanai melalui APBN, sementara pemerintah daerah hanya menyiapkan hibah lahan.
Bulog juga tidak hanya membangun gudang penyimpanan, tetapi sekaligus melengkapi fasilitas pendukung seperti kantor, rumah dinas, musala, hingga tempat tinggal pekerja.
“Kita akan menempatkan SDM Bulog di pulau 3T,” ujarnya.
Arief menjelaskan, penambahan gudang diperlukan karena kondisi geografis Kepri yang terdiri dari banyak pulau dengan rentang kendali distribusi cukup jauh serta tantangan cuaca laut yang tidak menentu.
Sebagai contoh, perjalanan laut dari Ranai menuju Pulau Laut di Natuna bisa memakan waktu hingga enam jam.
Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Stabilkan Harga Beras
Keberadaan gudang baru Bulog di wilayah 3T diharapkan mampu memperkuat distribusi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjaga harga beras medium tetap stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Selain itu, Bulog juga dapat melakukan stok lebih awal untuk mengantisipasi musim angin utara yang sering memicu gelombang tinggi hingga empat meter.
“Ke depan dengan adanya gudang Bulog seperti di Pulau Laut, harga beras tetap sesuai HET. (*)
- Penulis: Suradi

