Ratusan Ojol Demo Kantor Gubernur Kepri, Ancam Lumpuhkan Batam Jika Tarif Tak Naik
- account_circle admin
- calendar_month Ming, 24 Mei 2026

InspirasiToday — Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kepulauan Riau menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (20/5/2026).
Dalam aksi tersebut, para driver menuntut pemerintah daerah bertindak tegas terhadap aplikator transportasi online yang dinilai belum menerapkan tarif resmi sesuai aturan pemerintah.
Massa aksi juga mengancam akan melakukan mogok massal hingga melumpuhkan aktivitas transportasi online di Batam apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Tuntut Tarif Sesuai SK Gubernur
Perwakilan Aliansi Driver Online Batam (ADOB), Djafri Rajab, mengatakan aplikator dinilai belum menjalankan tarif sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepri Nomor 1080 dan 1113 Tahun 2024 serta aturan Kementerian Perhubungan.
“Aplikator juga tidak taat aturan Menteri. Yang kami soroti adalah kami ingin menyelamatkan semuanya,” kata Djafri saat berorasi di depan Kantor Gubernur Kepri.
Menurutnya, selama dua tahun terakhir tarif resmi transportasi online di Kepulauan Riau belum diterapkan secara maksimal.
Djafri menjelaskan, berdasarkan SK Gubernur, tarif taksi online ditetapkan sebesar Rp18 ribu untuk tiga kilometer pertama dan tambahan Rp6 ribu per kilometer berikutnya.
Sedangkan untuk ojek online roda dua, tarif ditetapkan Rp10 ribu untuk empat kilometer pertama dan tambahan Rp2.500 per kilometer selanjutnya.
Namun di lapangan, tarif layanan dinilai masih jauh di bawah ketentuan tersebut.
“Untuk layanan food hanya Rp6 ribu, bahkan pengantaran barang ada yang Rp4 ribu,” ungkapnya.
Soroti Tarif Mahal hingga BPJS Driver
Selain soal tarif, komunitas ojol juga menyampaikan berbagai persoalan lain yang dinilai merugikan driver dan masyarakat.
Beberapa isu yang disorot antara lain BPJS Ketenagakerjaan untuk driver ojol, tarif parkir di bandara dan pelabuhan, hingga pengawasan transportasi online di kawasan pelabuhan dan bandara.
Menurut Djafri, biaya layanan ojek online di Kepulauan Riau juga dinilai lebih mahal dibanding daerah lain.
“Tujuan aksi ini untuk melindungi warung, resto, masyarakat hingga pembeli makanan online agar tidak mahal,” ujarnya.
Ancam Kerahkan 4 Ribu Driver Ojol
Dalam aksi tersebut, massa meminta Gubernur Ansar Ahmad menjadwalkan pertemuan resmi dengan komunitas ojol di Batam.
Mereka juga mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar dengan melibatkan sekitar 4 ribu driver ojol jika tuntutan tidak segera ditindaklanjuti.
“Jika tidak, kami dengan jumlah kurang lebih 4 ribu ojol akan turun melakukan aksi dan melumpuhkan Kota Batam,” tegas Djafri.
Daftar Tuntutan Driver Ojol Kepri
Dalam aksi itu, Aliansi Driver Online Batam (ADOB) menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Kepri, di antaranya:
- Menjalankan tarif ojek dan taksi online sesuai SK Gubernur dan aturan Kementerian Perhubungan.
- Mendorong pengesahan UU Transportasi Online.
- Merevisi UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
- Memperketat pengawasan taksi online di bandara.
- Menolak sistem lock area di seluruh pelabuhan Batam.
- Menata aturan biaya parkir di pelabuhan dan bandara.
- Merealisasikan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk driver ojol dan taksi online.
- Mewajibkan layanan darurat 24 jam pada aplikasi transportasi online.
- Meminta aplikator seperti Grab dan Gojek mengurangi target layanan yang dinilai memberatkan driver.
- Menjalankan perlindungan pekerja transportasi online sesuai regulasi pemerintah.
- Penulis: admin

