Senin, 1 Jun 2026
light_mode
Beranda » Hukum » Proyek Puskesmas Sei Pancur Batam Dikebut hingga Tengah Malam, Kualitas Dipertanyakan

Proyek Puskesmas Sei Pancur Batam Dikebut hingga Tengah Malam, Kualitas Dipertanyakan

  • account_circle Setiawan
  • calendar_month Jum, 12 Des 2025

InspirasiToday – Pengerjaan proyek Revitalisasi Gedung Puskesmas Sei Pancur di Kota Batam menuai sorotan. Aktivitas konstruksi yang berlangsung hingga tengah malam memunculkan kekhawatiran publik mengenai kualitas bangunan. Terlebih proyek ini menggunakan anggaran mencapai Rp2,1 miliar.

Berdasarkan kontrak, proyek dengan waktu pengerjaan selama 130 hari kalender tersebut mulai pada 29 Juli 2025. Namun, karena berpotensi molor, kontraktor mempekerjakan tenaga kerja pada siang dan malam hari.

“Mungkin karena terancam molor, makanya pihak kontraktor mempekerjakan tukang siang dan malam untuk mengejar target penyelesaian,” ujar Gulman, warga Tanjungpiayu, Jumat (12/12/2025).

Proyek revitalisasi yang berada di bawah Dinas Kesehatan Kota Batam itu dikerjakan oleh PT Utomo Bangun Pratama, dengan pengawasan konsultan dari CV Grahaditama Consultan. Kontraktor tercatat beralamat di Pertokoan Tiban Mas Asri Blok E Nomor 10, Kelurahan Patam Lestari, Sekupang.

Tanggapan Kontraktor

Pengawas lapangan proyek, Alfin, menjelaskan bahwa pekerjaan hingga larut malam tidak dapat dihindari karena kondisi teknis di lokasi.

Ia menyebut struktur tanah yang membutuhkan pemasangan cerucuk serta akses jalan yang sempit membuat alat berat sulit masuk, sehingga pengerjaan memakan waktu lebih panjang.

“Akses gerbang tidak bisa dilewati alat berat seperti ekskavator,” ujarnya.

Layanan Kesehatan Masyarakat Terdampak

Meski demikian, pengerjaan yang berlangsung intens siang dan malam menimbulkan kekhawatiran publik mengenai konsistensi mutu konstruksi dan keselamatan pekerja. Terlebih, lambannya progres proyek berdampak langsung terhadap layanan kesehatan masyarakat.

Selama revitalisasi berlangsung, antrean pasien di Puskesmas Sei Pancur kerap menumpuk di area ruang tunggu dan pengambilan obat. Kondisi ini membuat pelayanan terhambat dan waktu tunggu semakin panjang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, memastikan proyek Revitalisasi Gedung Puskesmas Sei Pancur telah diselesaikan sesuai target dan sudah melalui proses serah terima.

“Sudah selesai, iya sudah (serah terima),” ujarnya.

Masyarakat berharap bangunan baru tersebut dapat segera difungsikan optimal agar layanan kesehatan di Sei Pancur kembali berjalan normal. ***

expand_less