Senin, 27 Jul 2026
light_mode
Beranda » Hukum » Resahkan Masyarakat, Pelaku Pencurian Fasilitas Umum di Batam Diburu

Resahkan Masyarakat, Pelaku Pencurian Fasilitas Umum di Batam Diburu

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 17 Jun 2026

InspirasiToday – Maraknya aksi pencurian dan perusakan fasilitas umum di Kota Batam menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Batam bersama Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri).

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri pertemuan khusus dengan Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, serta jajaran pejabat utama Polda Kepri dan Polresta Barelang di Mapolresta Barelang, Senin (15/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas langkah pengawasan dan pengamanan menyusul meningkatnya kasus pencurian material fasilitas umum yang belakangan meresahkan masyarakat. Sejumlah pengusaha dan pemilik gudang scrap atau besi tua juga diundang untuk mendapatkan arahan terkait kehati-hatian dalam menerima maupun membeli barang bekas yang diduga berasal dari tindak kejahatan.

Dalam kesempatan itu, Amsakar menegaskan bahwa pencurian fasilitas umum tidak lagi dapat dianggap sebagai tindak pidana biasa. Pasalnya, dampak yang ditimbulkan langsung dirasakan masyarakat dan berpotensi mengganggu pelayanan publik.

Menurutnya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang besar untuk membangun berbagai sarana dan prasarana yang digunakan masyarakat sehari-hari. Karena itu, seluruh pihak harus memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga aset publik tersebut.

“Intensitas pencurian fasilitas umum meningkat. Setidaknya sudah lebih dari 10 kasus perusakan fasilitas umum yang berhasil diungkap dengan 18 tersangka dan empat penadah. Karena itu persoalan ini harus menjadi perhatian serius dan tidak boleh terus terjadi,” ujar Amsakar.

Ia menjelaskan sejumlah fasilitas yang menjadi sasaran pelaku antara lain lampu penerangan jalan umum (PJU), traffic light, penutup drainase, hingga berbagai sarana pendukung jalan lainnya.

Selain menimbulkan kerugian materi, kerusakan fasilitas tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan dan masyarakat umum.

Amsakar mengapresiasi langkah Kapolda Kepri yang menginisiasi pertemuan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian menjadi faktor penting dalam menekan angka pencurian dan vandalisme terhadap aset publik.

“Alhamdulillah, Pak Kapolda mengundang kami untuk membahas persoalan ini. Polri akan berpartisipasi penuh dalam pengawasan. Tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku pencurian dan perusakan fasilitas umum karena dampaknya sangat merugikan masyarakat,” tegasnya. ***

  • Penulis: admin
expand_less