Senin, 27 Jul 2026
light_mode
Beranda » Batam » Ribuan Warga Sei Beduk Terdampak Kebocoran Pipa, Aliran Air Bersih Lumpuh

Ribuan Warga Sei Beduk Terdampak Kebocoran Pipa, Aliran Air Bersih Lumpuh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 23 Jun 2026

InspirasiToday – Ribuan warga di sejumlah kawasan Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, mengeluhkan terhentinya aliran air bersih sejak Senin (22/6/2026) pagi. Gangguan tersebut berdampak pada aktivitas sehari-hari warga, mulai dari mandi, mencuci, memasak, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Wilayah yang terdampak antara lain Kelurahan Duriangkang, Mangsang, dan Tanjungpiayu. Hingga Selasa (23/6/2026) pagi, sebagian warga mengaku aliran air masih belum kembali normal.

“Kami terpaksa antre air tangki di Masjid GMP, karena dari pagi hingga malam air masih mati,” kata Rohana, warga Perumahan GMP, Kelurahan Duriangkang.

Warga Keluhkan Minimnya Informasi

Keluhan juga disampaikan Yuri, warga Pancur, Tanjungpiayu. Ia menilai informasi terkait gangguan distribusi air bersih tidak tersampaikan dengan baik kepada pelanggan.

Menurutnya, tidak ada pemberitahuan sebelumnya mengenai potensi terganggunya pasokan air ke wilayah tempat tinggalnya.

“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya yang kami terima terkait akan terganggunya aliran air bersih. Perkiraan kami hanya sebentar saja air mati, tak tahunya seharian tidak mengalir,” keluhnya.

Kondisi tersebut membuat banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar dan harus mencari alternatif sumber air untuk keperluan sehari-hari.

Diduga Akibat Kebocoran Pipa Distribusi Utama

Berdasarkan informasi yang diperoleh, gangguan pasokan air bersih terjadi akibat kebocoran pada pipa distribusi utama yang menyuplai sejumlah kawasan di Kecamatan Sei Beduk.

Kebocoran diduga dipicu aktivitas alat berat dalam proyek pelebaran drainase di kawasan depan Kantor Koperasi Merah Putih, Perumnas Duriangkang.

Akibat kerusakan tersebut, distribusi air ke sejumlah wilayah mengalami gangguan, termasuk kawasan Perumnas, Bida Ayu, Mangsang, Bidadari, Puri Agung, dan beberapa perumahan lainnya.

Petugas melakukan perbaikan jalur distribusi air hingga Senin malam untuk memulihkan pasokan ke wilayah terdampak. Sebagian kawasan dilaporkan mulai kembali mendapatkan aliran air, namun sejumlah perumahan masih mengalami gangguan hingga Selasa pagi.

“Hingga Selasa pagi ini air belum hidup, kami terpaksa mandi pakai air galon,” ungkap Lusi, warga Permata Asri.

Warga berharap proses normalisasi distribusi air dapat segera diselesaikan agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. Selain itu, pelanggan juga meminta adanya sistem informasi yang lebih cepat dan transparan terkait gangguan layanan agar masyarakat dapat melakukan antisipasi lebih awal.

Selama gangguan berlangsung, sebagian warga terpaksa membeli tambahan air galon untuk kebutuhan sehari-hari. Di beberapa kawasan, warga juga mengandalkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki sebagai solusi sementara. (*)

  • Penulis: admin
expand_less