Jumat, 24 Apr 2026
light_mode
Beranda » Kepri » Unggulan di Kepri Pulau Penyengat Jadi Destinasi Wisata Sejarah, Religi, dan Budaya

Unggulan di Kepri Pulau Penyengat Jadi Destinasi Wisata Sejarah, Religi, dan Budaya

  • account_circle Suradi
  • calendar_month Sen, 20 Apr 2026

InspirasiToday – Pulau Penyengat terus diperkuat sebagai destinasi wisata unggulan berbasis sejarah, budaya, dan religi di Kepulauan Riau. Pengembangan kawasan ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus melestarikan warisan peradaban Melayu-Islam.

Pulau berjuluk Indera Sakti ini dikenal sebagai miniatur kejayaan Melayu-Islam, dengan nilai historis tinggi. Salah satu warisan pentingnya adalah kontribusi Raja Ali Haji dalam merumuskan tata bahasa Melayu yang menjadi dasar Bahasa Indonesia.

Selain itu, kawasan ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dan terus dikembangkan sebagai destinasi wisata halal unggulan.

Revitalisasi dan Pariwisata Regeneratif
Pengembangan Pulau Penyengat dilakukan melalui revitalisasi kawasan secara masif oleh Pemerintah Provinsi Kepri, termasuk penataan Balai Adat Pulau Penyengat sebagai salah satu ikon wisata.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2024–2029, yang menekankan konsep pariwisata berkualitas dan berkelanjutan melalui pendekatan pariwisata regeneratif.

Konsep ini mengedepankan keberlanjutan dengan melibatkan masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya.

Pemerintah juga mendorong implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) serta Gerakan Wisata Bersih (GWB) untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan destinasi wisata.

Selain infrastruktur, pengembangan pariwisata juga melibatkan masyarakat melalui penguatan UMKM, pengelolaan homestay, hingga atraksi wisata berbasis budaya lokal.

Kunjungan Wisatawan Meningkat
Upaya pengembangan ini mulai menunjukkan hasil positif. Sepanjang Januari–Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Penyengat mencapai sekitar 6.200 orang, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Wisatawan datang dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, hingga Eropa, serta dari berbagai daerah di Indonesia, terutama saat libur nasional dan momentum Idulfitri.

Ke depan, Pemprov Kepri berkomitmen melanjutkan pembangunan, termasuk rencana pembangunan monumen bahasa sebagai ikon baru destinasi.

“Pembangunan monumen bahasa ini akan menjadi ikon baru yang tidak hanya memperkuat identitas sejarah, tetapi juga memberikan multiplier effect terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Dengan kekayaan sejarah, budaya, dan nilai religius yang dimiliki, Pulau Penyengat diharapkan menjadi pusat edukasi sekaligus destinasi unggulan yang mampu memperkenalkan kejayaan Melayu-Islam kepada generasi masa kini dan mendatang. (*)

  • Penulis: Suradi
expand_less