Pembangunan Jalan Lingkar Selatan, Menghubungkan Sei.Beduk-Nongsa dan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi
- account_circle Suradi
- calendar_month Jum, 16 Jan 2026

InspirasiToday – Walikota Batam Amsakar Ahmad berharap dengan jalan lingkar Selatan, Konektivitas Wilayah dan Pertumbuhan Ekonomi
akan terwujud.
Kehadiran Jalan Lingkar Selatan diyakini akan memperkuat konektivitas antarwilayah di Batam.
Selain mempermudah mobilitas warga, jalur ini dirancang untuk mendukung percepatan pertumbuhan kawasan industri dan pemukiman baru di wilayah selatan.
“Pembangunan ini menjadi fondasi penting bagi ekonomi Batam. Kita ingin arus lalu lintas dan distribusi barang semakin lancar, sehingga daya saing kota meningkat,” ujar Amsakar.
Detail Proyek dan Anggaran
Secara teknis, mega proyek ini akan dibagi ke dalam tiga seksi pembangunan dengan total estimasi anggaran mencapai Rp130,78 miliar.
Berikut adalah rincian pembagian jalurnya:
Seksi I (Simpang Sei Pancur – Kampung Bagan): Sepanjang 3,62 km dengan fokus pada penambahan lajur dan pengaspalan.
Seksi II (Kampung Bagan – Simpang Teluk Lengung): Sepanjang 2,25 km. Bagian ini dianggap paling krusial karena mencakup pembangunan jembatan sepanjang 50 meter.
Seksi III (Simpang Teluk Lengung – Simpang Jasinta): Menempuh jarak 4,09 km sebagai penyambung rute.
Jalan ini akan dibangun sesuai standar nasional, lengkap dengan sistem drainase yang modern, pencahayaan jalan (PJU), serta direncanakan memiliki jalur pedestrian dan jalur sepeda.
Solusi Urai Kemacetan
Salah satu fungsi utama Jalan Lingkar Selatan adalah memecah kepadatan arus lalu lintas. Jalur ini akan menjadi alternatif strategis bagi warga dari wilayah Batuaji dan Sagulung yang ingin menuju Bandara Internasional Hang Nadim.
Dengan adanya rute baru ini, waktu tempuh perjalanan dari kawasan barat ke timur dapat dipangkas secara signifikan karena pengendara tidak perlu lagi melintasi kawasan Batam Center yang kerap mengalami kemacetan parah di jam-jam sibuk. ***
- Penulis: Suradi

