Senin, 1 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Siswa Tetap Jalani Pembelajaran Tatap Muka, Rencana Sekolah Daring Batal

Siswa Tetap Jalani Pembelajaran Tatap Muka, Rencana Sekolah Daring Batal

  • account_circle Suradi
  • calendar_month Jum, 27 Mar 2026

 

InspirasiToday – Wacana penerapan sekolah daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sempat bergulir akhirnya dibatalkan. Para siswa pun dipastikan tetap menjalani kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.

Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, menilai keputusan terkait kebijakan pendidikan harus melalui kajian yang matang dan tidak dilakukan secara terburu-buru. Menurutnya, setiap kebijakan harus berbasis data serta mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi peserta didik.

“Dalam membuat kebijakan, khususnya di sektor pendidikan, pemerintah tidak boleh mengambil keputusan secara terburu-buru. Semua kebijakan harus melalui kajian yang mendalam agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi siswa,” ujar Reni, Kamis (26/3/2026).

Reni pun menyatakan dukungannya terhadap keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti yang membatalkan rencana penerapan Pembelajaran Jarak Jauh pada Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, hingga saat ini pembelajaran tatap muka masih menjadi metode yang paling efektif untuk mendukung proses pendidikan di sekolah.

Ia menilai interaksi langsung antara guru dan siswa memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman materi, membangun karakter, serta mengembangkan kemampuan sosial peserta didik.

“Sekolah tatap muka masih menjadi pilihan terbaik saat ini karena memberikan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter,” jelasnya.

Meski demikian, Reni menegaskan bahwa inovasi di bidang pendidikan tetap diperlukan. Namun, penerapannya harus dilakukan secara terukur dan tidak sampai mengurangi kualitas proses belajar mengajar.

Ia juga mendorong pemerintah agar melibatkan berbagai pihak dalam merumuskan kebijakan pendidikan, mulai dari tenaga pendidik, orang tua siswa, hingga para pakar pendidikan.

Menurutnya, partisipasi berbagai pemangku kepentingan penting untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi dunia pendidikan.

Reni berharap setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah mampu berpihak pada kepentingan terbaik siswa sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional secara berkelanjutan.

“Tujuan utama pendidikan adalah mencetak generasi yang unggul. Karena itu, setiap kebijakan harus disiapkan dengan matang dan berorientasi pada masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.”(*)

  • Penulis: Suradi
expand_less