60 Ribu Kuota Pelatihan Vokasi Disiapkan Kemnaker, Fokus Serap Tenaga Kerja di KEK dan PSN di Batam
- account_circle Suradi
- calendar_month Sab, 25 Apr 2026

InspirasiToday – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyelaraskan program pelatihan vokasi dengan kebutuhan nyata industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Langkah ini dilakukan untuk mengatasi ketidaksesuaian (mismatch) antara pelatihan dan kebutuhan tenaga kerja, sekaligus meningkatkan serapan tenaga kerja nasional
Salah satu daerah yang ditetapkan sebagai KEK dan PSN adalah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Kawasan ini membutuhkan banyak tenaga kerja dengan rencana masuknya industri berskala besar.
Upaya ini dibahas dalam forum High-Level Roundtable Discussion on Link and Match yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Kamis (23/04/2026).
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa forum ini bertujuan menyelaraskan program vokasi pemerintah dengan kebutuhan riil industri, khususnya di kawasan KEK dan PSN.
“Kami ingin pelatihan vokasi, termasuk program magang, benar-benar match dengan kebutuhan industri di KEK maupun PSN,” ujarnya.
Industri KEK Butuh SDM Spesifik, Pelatihan Akan Disesuaikan
Dalam diskusi terungkap bahwa industri di KEK masih membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan spesifik sesuai sektor masing-masing. Sementara itu, pemerintah telah memiliki infrastruktur pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang tersebar di berbagai daerah.
Namun, tantangan utama saat ini adalah jenis pelatihan belum sepenuhnya sesuai kebutuhan industri. Kemudian lokasi balai pelatihan belum dekat dengan kawasan industri dan kurangnya integrasi antara pelatihan dan penempatan kerja.
Menanggapi hal tersebut, Kemnaker akan melakukan penyesuaian program agar lebih tepat sasaran dan berbasis kebutuhan industri.
60 Ribu Kuota Pelatihan Diprioritaskan untuk KEK dan PSN
Salah satu keputusan penting dalam forum ini adalah alokasi 60.000 peserta pelatihan vokasi nasional tahun 2026 yang akan diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di KEK dan PSN.
Selain itu, pemerintah juga akan memperluas Program Pemagangan (MagangHub) ke 25 KEK di seluruh Indonesia. Kemudian memberikan pengalaman kerja langsung di kawasan industri, mendorong pelatihan berbasis praktik di lokasi industri, dan pelatihan Fleksibel, Bisa Langsung di Pabrik.
Menaker menjelaskan bahwa pelatihan vokasi memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas dan durasi singkat, yakni sekitar 2–3 bulan. Ke depan, pelatihan tidak hanya dilakukan di balai pemerintah, tetapi juga bisa langsung di fasilitas industri.
Hal ini diharapkan mampu mempercepat kesiapan kerja peserta, menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri, dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. (*)
- Penulis: Suradi

