Saat Ini Dunia Kerja Tak Lagi Utamakan Ijazah, Kompetensi dan Sertifikasi Jadi Penentu
- account_circle Suradi
- calendar_month Ming, 26 Apr 2026

InspirasiToday – Afriansyah Noor menegaskan bahwa dunia kerja saat ini mengalami pergeseran besar. Perusahaan tidak lagi hanya menilai ijazah, tetapi lebih mengutamakan kompetensi dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional Serikat Pekerja PT Sucofindo di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
“Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi. Sertifikasi menjadi nilai tambah penting agar pekerja mampu bersaing dan berkembang,” ujar Afriansyah Noor.
Sertifikasi Jadi Nilai Tambah, Pekerja Harus Adaptif
Menurut Wamenaker, perkembangan industri yang semakin cepat menuntut tenaga kerja untuk terus beradaptasi. Salah satu langkah strategis adalah memperkuat kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi.
Penguatan ini dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga, sepert balai pelatihan vokasi di bawah Kementerian Ketenagakerjaan, Politeknik Ketenagakerjaan, dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Program yang ditawarkan mencakup pelatihan vokasi berbasis industri, sertifikasi kompetensi, dan upskilling dan reskilling tenaga kerja.
Langkah ini dinilai penting agar pekerja tidak tertinggal dan mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja yang terus berubah.
Hubungan Industrial Harmonis Jadi Kunci Keberlanjutan
Selain kompetensi, Afriansyah Noor juga menyoroti pentingnya hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan perusahaan.
Ia mengajak serikat pekerja di lingkungan Sucofindo untuk menjaga persatuan, mengedepankan dialog dan musyawarah, serta membangun komunikasi yang konstruktif.
“Jika komunikasi berjalan baik dan semua pihak saling mendukung, maka perusahaan akan maju dan pekerja semakin sejahtera,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sucofindo, Sandry Pasambuna, menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kinerja bisnis, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai kesejahteraan karyawan dan keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.
“Dengan semangat kebersamaan, saling percaya, dan komitmen yang kuat, kita dapat menjaga harmoni dan mengawal masa depan perusahaan menjadi lebih baik,” ujarnya. (*)
- Penulis: Suradi

