Aktivitas Cut and Fill Tanjungpiayu Batam Masih Berjalan, Warga Curiga Ada Bekingan Aparat
- account_circle admin
- calendar_month Rab, 29 Apr 2026

InspirasiToday – Warga Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam mengeluhkan aktivitas cut and fill yang hingga kini masih beroperasi.
Kegiatan yang diduga ilegal tersebut disebut berlangsung terutama pada malam hari, ditandai dengan lalu lalang truk pengangkut tanah di kawasan permukiman.
Sejumlah warga menilai aktivitas tersebut seolah berjalan tanpa hambatan, meski melintas di jalur strategis. Truk-truk pengangkut tanah ini seperti bebas beroperasi pada malam hari, melewati jalan depan Polsek dan kantor camat.
“Saya pernah hampir terjatuh dari motor gara-gara aktivitas truk pengangkut tanah pada malam hari,” ujar Yadi, warga Tanjungpiayu, Selasa (29/4/2026).
Muncul Dugaan Ada Bekingan Aparat dan Perangkat
Warga menduga aktivitas tersebut tetap berjalan karena adanya pihak yang membekingi.
Dugaan tersebut mengarah pada oknum aparat hingga perangkat wilayah, mulai dari tingkat kecamatan hingga RT dan RW.
Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai tudingan tersebut.
Sempat Terjadi Keributan Warga dan Pekerja
Ketegangan antara warga dan pekerja proyek juga sempat terjadi pada Jumat malam di lokasi proyek di sekitar Perumahan Laguna Tanjungpiayu.
Keributan dipicu oleh upaya warga yang mencoba menghentikan aktivitas cut and fill.
Dalam video yang beredar, terlihat adanya aksi dorong-dorongan antara warga dan pekerja, sebelum akhirnya dilerai oleh pihak lain.
“Sudah, sudah, sudah,” terdengar suara seseorang dalam rekaman tersebut.
Sudah Dua Kali Dihentikan, Kini Beroperasi Lagi
Sebelumnya, aktivitas cut and fill ini dilaporkan pernah dua kali dihentikan oleh BP Batam melalui tim pengamanan (Ditpam).
Namun, kegiatan tersebut kembali beroperasi hingga saat ini.
Warga berharap ada tindakan tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menghentikan aktivitas yang dinilai meresahkan tersebut.
Selain berdampak pada lingkungan, aktivitas cut and fill juga dikhawatirkan berpotensi menimbulkan konflik sosial jika tidak segera ditangani. ***
- Penulis: admin

