Jumat, 3 Apr 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Ini Penjelasan Kemenag, Kapan Lebaran 2026

Ini Penjelasan Kemenag, Kapan Lebaran 2026

  • account_circle Suradi
  • calendar_month Kam, 19 Mar 2026

 

InspirasiToday – Banyak masyarakat mulai bertanya, kapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah akan dirayakan. Kementerian Agama Republik Indonesia menyatakan penetapan resmi masih menunggu hasil Sidang Isbat yang akan digelar pada 19 Maret 2026.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1447 H akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor pusat Kemenag di Jakarta, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Menurutnya, Sidang Isbat merupakan mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal bulan hijriah, termasuk Idulfitri. Proses ini dilakukan melalui musyawarah dengan menggabungkan dua metode utama, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit).

“Sidang Isbat menjadi forum penting yang mempertemukan unsur pemerintah, ulama, pakar astronomi, serta organisasi masyarakat Islam untuk menghasilkan keputusan yang dapat menjadi pedoman bersama,” ujar Arsad.

Berdasarkan data hisab yang dihimpun tim Kemenag, ijtimak menjelang Syawal 1447 H diperkirakan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB. Pada hari yang sama, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diprediksi sudah berada di atas ufuk, dengan ketinggian antara 0 derajat 54 menit hingga 3 derajat 7 menit, serta elongasi antara 4 derajat 32 menit hingga 6 derajat 6 menit.

Untuk memastikan hal tersebut, Kemenag bersama berbagai pihak akan melakukan rukyatul hilal di sejumlah titik pemantauan di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Kegiatan ini melibatkan kantor wilayah Kemenag, pengadilan agama, organisasi Islam, serta instansi terkait lainnya.

Hasil rukyat dan data hisab tersebut kemudian akan dimusyawarahkan dalam Sidang Isbat sebelum pemerintah menetapkan secara resmi awal Syawal 1447 H.

“Jika ditanya kapan Lebaran, kami mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil Sidang Isbat pada 19 Maret 2026,” jelas Arsad.

Terkait adanya pihak yang telah lebih dulu menetapkan Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026, Arsad menegaskan bahwa perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah merupakan hal yang sudah lama terjadi dalam tradisi keilmuan Islam.

Meski demikian, pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap menjadikan hasil Sidang Isbat sebagai rujukan bersama.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi. Jika terdapat perbedaan, mari disikapi dengan saling menghormati dan menjaga persatuan,” tutupnya. (*)

  • Penulis: Suradi
expand_less