Rabu, 10 Jun 2026
light_mode
Beranda » Kepri » Kabar Buruk! Ribuan Siswa dan Balita di Kepri Kehilangan Jatah MBG

Kabar Buruk! Ribuan Siswa dan Balita di Kepri Kehilangan Jatah MBG

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026

InspirasiToday – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepulauan Riau (Kepri) dihentikan sementara mulai Senin, 8 Juni 2026. Penghentian ini terjadi akibat dana operasional program yang belum dicairkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap seluruh penerima manfaat MBG di Kepri, mulai dari balita yang terdaftar di Posyandu hingga ribuan siswa sekolah yang selama ini rutin menerima makanan bergizi dari program pemerintah tersebut.

Kader Posyandu Surya Mawar Asri, Batam Centre, Sri (30), mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai penghentian sementara distribusi makanan bergizi gratis sejak hari ini.

“Hari ini tidak ada distribusi. Informasinya mulai hari ini MBG dihentikan sementara. Namun sampai kapan penghentian ini berlangsung, kami belum mendapat kepastian,” ujar Sri di Batam, Senin (8/6/2026).

Menurut Sri, Posyandu Surya Mawar Asri yang berada di Perumahan Bida Asri I selama ini melayani sekitar 19 balita aktif setiap bulan yang rutin menerima manfaat program tersebut bersamaan dengan kegiatan penimbangan dan imunisasi. “Semuanya rutin dapat MBG,” ujarnya.

Selain Posyandu, penghentian program juga dirasakan oleh sejumlah sekolah di Batam. Beberapa sekolah telah menyampaikan pemberitahuan kepada orang tua siswa agar menyiapkan bekal makanan dari rumah.

Dalam pengumuman yang beredar, pihak sekolah menyebutkan bahwa program MBG tidak dapat diberikan hingga waktu yang belum ditentukan.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batam Defri Frenaldi membenarkan penghentian sementara program tersebut. “Sesuai edaran,” katanya singkat.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat Dr. Syartiwidya menjelaskan bahwa penghentian operasional dilakukan karena dana produksi dan operasional dari BGN belum tersedia.

“Anggaran belum cair, makanya diberhentikan sementara,” katanya.

Keputusan tersebut tertuang dalam Berita Acara Penghentian Sementara Operasional Dapur Nomor: 001/BA/SPPG Sei.Pasir/1/VI/2026 yang diterbitkan pada Sabtu (6/6/2026) pukul 15.00 WIB.

Dia menjelaskan, ketiadaan anggaran membuat dapur penyedia MBG tidak dapat membeli bahan baku produksi maupun membayarkan insentif relawan yang bertugas dalam pelaksanaan program.

Hingga saat ini belum ada kepastian kapan program akan kembali berjalan. “Belum bisa ditentukan. Nanti akan dikoordinasikan lagi,” ujar Syartiwidya.

Operasional layanan MBG akan kembali dilaksanakan setelah dana dari Badan Gizi Nasional diterima dan seluruh kebutuhan produksi dapat dipenuhi kembali. (*)

  • Penulis: admin
expand_less