Kamis, 16 Apr 2026
light_mode
Beranda » Politik » Ketua LAM Kepri Soroti Kinerja Endipat Wijaya, Dinilai Bikin Malu Warga Kepri

Ketua LAM Kepri Soroti Kinerja Endipat Wijaya, Dinilai Bikin Malu Warga Kepri

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 10 Des 2025

InspirasiToday.com – Anggota DPR RI asal Dapil Kepulauan Riau (Kepri) dari Partai Gerindra, Endipat Wijaya, tengah menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai donasi relawan untuk korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh menuai kecaman luas.

Ungkapan Endipat yang tersebar melalui sebuah video dinilai menyinggung kerja-kerja kemanusiaan para relawan dan masyarakat.

Banyak warganet menilai sikap Endipat seolah meremehkan solidaritas publik yang bergerak cepat membantu para penyintas bencana. Dalam video tersebut, ia mengisyaratkan bahwa penggalangan dana relawan tidak signifikan dan justru bernuansa pencitraan, sehingga memicu reaksi keras dari masyarakat.

Salah satu kritik tegas datang dari akademisi Kepri sekaligus Ketua III Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Zamzami A. Karim. Ia menilai pernyataan Endipat bukan hanya tidak pantas, tetapi juga mempermalukan masyarakat Kepri yang telah memberikan kepercayaan kepada Endipat sebagai wakil mereka di Senayan.

“Malu kita sebagai orang Kepri punya wakil rakyat di DPR RI, tapi pernyataannya tidak menunjukkan sensitivitas atau simpati terhadap musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera,” ujar Zamzami kepada media, Selasa (9/12/2025).

Menurut Zamzami, pernyataan Endipat bukan hanya mengkritik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), tetapi juga menyiratkan bahwa donasi masyarakat, relawan, dan kelompok civil society seolah tidak berarti.

“Kalau kita dengar videonya, jelas sekali ia menganggap apa yang dilakukan para relawan hanya pencitraan. Itu kesan yang muncul,” katanya.

Padahal, lanjut Zamzami, gerakan cepat relawan lahir karena adanya kekosongan respon pemerintah pada fase awal penanganan bencana. Dalam kondisi genting tersebut, solidaritas warga justru menjadi kekuatan utama.

“Kalau memang mau mengkritik Komdigi karena dinilai lambat, itu boleh saja. Tapi tidak perlu merendahkan upaya para penggiat media sosial yang bergerak cepat menggalang dana,” ujarnya.

Zamzami juga menyoroti maraknya narasi bahwa pemerintah turut “berdonasi” untuk korban bencana. Menurutnya, istilah itu tidak tepat karena pemerintah memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi dan membantu rakyat.

  • Penulis: admin
expand_less