Parah! Harga Cabai di Batam Meroket, Beban Ekonomi Warga Kian Bertambah
- account_circle Setiawan
- calendar_month Jum, 26 Des 2025

InspirasiToday – Harga cabai di Kota Batam mengalami lonjakan drastis dalam sepekan terakhir. Komoditas dapur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat ini naik hingga dua kali lipat, menyusul terganggunya pasokan dari sejumlah daerah sentra produksi di Sumatera akibat banjir dan tanah longsor.
Pantauan di sejumlah pasar tradisional Batam pada Jumat, 26 Desember 2025, seperti Pasar Tanjungpiayu, Batam Centre, dan Sagulung, menunjukkan kenaikan harga cabai yang signifikan. Lonjakan mulai dirasakan sejak pekan lalu dan memicu keluhan baik dari pedagang maupun pembeli.
Fery (41), salah satu pedagang di Pasar Pancur Tanjungpiayu, Sei Beduk, mengaku terpaksa menaikkan harga karena modal dari agen sudah melonjak.
“Kami jual mahal karena harga dari agen sudah naik duluan. Pembeli banyak yang komplain, tapi kami juga tidak bisa berbuat banyak,” ujarnya.
Keluhan serupa juga datang dari warga. Reni (34), warga Tembesi, Sagulung, mengungkapkan belanja kebutuhan dapur kini terasa semakin memberatkan.
“Uang belanja sehari habis cuma buat beli cabai. Sekarang hampir semua kebutuhan mahal,” keluhnya.
Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat, terlebih menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, di mana kebutuhan pangan biasanya meningkat tajam.
Banjir di Sumatera Picu Gangguan Pasokan
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Wahyu Daryatin, menjelaskan lonjakan harga cabai terjadi akibat terhambatnya distribusi dari sejumlah daerah pemasok utama di Sumatera.
“Pasokan cabai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh terganggu karena banjir, longsor, bahkan ada jembatan yang putus,” jelas Wahyu, dikutip Sabtu (20/12/2025).
- Penulis: Setiawan







