SPPG SMKN 3 Batam Dihentikan Usai Dugaan Keracunan Massal, Ratusan Siswa Terdampak
- account_circle admin
- calendar_month Sen, 4 Mei 2026

InspirasiToday – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SMKN 3 Batam resmi dihentikan sementara. Langkah ini diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai respons cepat atas dugaan keracunan massal yang dialami ratusan siswa.
Penghentian operasional berdampak langsung pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut. Informasi ini disampaikan oleh Yunita melalui grup WhatsApp orang tua siswa.
“SPPG tidak akan mendistribusikan MBG mulai Senin, 4 Mei 2026 hingga pemberitahuan selanjutnya,” ujarnya.
Kebijakan ini diambil untuk mencegah potensi korban tambahan sekaligus memberi ruang evaluasi menyeluruh.
Ratusan Siswa Alami Gangguan Pencernaan
Kasus ini mencuat setelah banyak siswa mengalami gejala gangguan pencernaan akut, seperti diare dan sakit perut, usai mengonsumsi makanan dari program MBG.
Beberapa siswa bahkan harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Salah satu orang tua siswa, Purba, membenarkan kejadian tersebut.
“Anak saya mules-mules perutnya dan beberapa kali ke toilet setelah makan MBG,” ujarnya.
Menurut keterangan orang tua, kejadian ini tidak hanya dialami satu atau dua siswa, tetapi terjadi secara luas di berbagai kelas.
“Banyak yang mengalami sakit perut setelah makan,” tambah Purba.
Keluhan massal ini memicu kekhawatiran serius dari orang tua dan pihak sekolah.
Orang Tua Desak Evaluasi Total
Para orang tua siswa mendesak pihak penyelenggara, termasuk SPPG dan sekolah, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas makanan dan sistem distribusi.
Iwan menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut.
“Kami berharap pengawasan benar-benar diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Selain berdampak pada kesehatan siswa, insiden ini juga mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. ***
- Penulis: admin

