Kasus Narkoba di Kepri Makin Merajalela, Bertambah Ratusan Kasus Sepanjang 2025
- account_circle Setiawan
- calendar_month Rab, 31 Des 2025

InspirasiToday – Kepulauan Riau (Kepri) yang identik dengan budaya Melayu dan keindahan alamnya, kini menghadapi tantangan serius dalam peredaran narkoba. Sepanjang tahun 2025, Polda Kepri mengungkap 549 kasus narkoba, naik signifikan dari 432 kasus pada tahun 2024.
Meski demikian, Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menegaskan bahwa peningkatan jumlah kasus ini diiringi dengan peningkatan kualitas penanganan. Dari 549 perkara, sebanyak 430 kasus telah tuntas diselesaikan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 78,32 persen.
“Angka ini memang berbeda dengan 2024, di mana seluruh kasus berhasil dituntaskan. Namun, perbedaan ini bukan indikasi penurunan kinerja,” ujar Asep, Selasa (30/12/2025).
Asep menjelaskan, penanganan kasus narkotika pada 2025 lebih difokuskan pada pengungkapan jaringan besar dan bandar, yang memerlukan penyidikan lebih mendalam dan berjangka panjang.
“Ini justru menunjukkan peningkatan efektivitas penegakan hukum, dengan target memutus rantai peredaran, bukan sekadar mengejar kuantitas penyelesaian,” tegasnya.
Jumlah tersangka yang diamankan juga meningkat. Sepanjang 2025, Polda Kepri mengamankan 757 tersangka, terdiri dari 13 WNA dan 744 WNI. Angka ini naik dibanding 711 tersangka pada tahun sebelumnya.
Wilayah Rawan dan Tantangan Perairan
Asep mengakui, posisi Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikannya wilayah rawan penyelundupan narkoba, terutama melalui jalur laut.
“Karakteristik Kepri dengan banyaknya pelabuhan dan perairan terbuka masih menjadi tantangan besar dalam pemberantasan narkotika,” ungkapnya.
- Penulis: Setiawan







