Kamis, 16 Apr 2026
light_mode
Beranda » Hukum » Kecelakaan Kerja di PT ASL Shipyard Batam, Nyawa Ramli Tak Tertolong

Kecelakaan Kerja di PT ASL Shipyard Batam, Nyawa Ramli Tak Tertolong

  • account_circle Setiawan
  • calendar_month Kam, 1 Jan 2026

Upaya Penyelamatan yang Berujung Pilu

Ramli segera dievakuasi. Pertolongan pertama diberikan di Klinik PT ASL sebelum korban dilarikan ke Rumah Sakit Elisabeth Tanjunguncang.

Sayangnya, segala upaya medis tak mampu menahan ajal. Nyawa Ramli tak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

“Korban tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jenazah telah dipulangkan ke kampung halamannya di Larantuka, Nusa Tenggara Timur,” ujar Diky Wijaya.

Catatan Kelam di Lokasi yang Sama

Insiden ini menyentak memori publik akan sejumlah musibah serupa di PT ASL Shipyard. Menanggapi hal ini, Diky Wijaya menegaskan bahwa lokasi kejadian kali ini berbeda dengan insiden sebelumnya yang berujung penyegelan.

“Ini berada di proyek yang berbeda, bukan di Federal II. Insiden terbaru ini tidak terjadi di lokasi yang pernah kami segel,” tegasnya.

Di sisi lain, penyelidikan terus berjalan. “Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja ini,” tutur AKP Bimo.

Tragedi ini bukanlah yang pertama. Dalam setahun terakhir, PT ASL Shipyard telah tercatat kehilangan 19 nyawa pekerja akibat berbagai insiden. Pada Juni 2025, empat pekerja meninggal dunia.

Empat bulan kemudian, ledakan dan kebakaran di kapal Federal II merenggut 11 korban jiwa. Kini, Ramli menyumbang satu angka lagi dalam daftar panjang itu—sebuah pengingat pilu akan pentingnya standar keselamatan kerja yang tak boleh lagi diabaikan. ***

  • Penulis: Setiawan
expand_less