Kamis, 16 Apr 2026
light_mode
Beranda » Batam » Siswa SD di Batam Ikuti Pesantren Kilat Ramadan 2026, Mempertebal Iman dan Karakter Diri

Siswa SD di Batam Ikuti Pesantren Kilat Ramadan 2026, Mempertebal Iman dan Karakter Diri

  • account_circle Suradi
  • calendar_month Sen, 23 Feb 2026

 

InspirasiToday – Memasuki minggu pertama Ramadan 1447 Hijriah, ribuan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Batam mulai memadati sekolah dengan nuansa yang berbeda.

Mulai Senin (23/2/2026) hingga Rabu (25/2/2026), para pelajar dijadwalkan mengikuti kegiatan Pesantren Kilat sebagai upaya mempertebal iman dan karakter sejak dini.

Pemandangan unik terlihat di lingkungan sekolah, di mana para siswa tampil rapi mengenakan busana khas Melayu, menciptakan perpaduan budaya lokal dan suasana religius yang kental.

Fokus pada Praktik Ibadah dan Keberagaman
Kegiatan tahunan ini dirancang tidak hanya sebagai pemenuhan agenda kurikulum, tetapi juga sebagai ruang bagi siswa untuk mendalami agama secara praktis.

Menurut Rasman, seorang guru SDN di kawasan Seibeduk, kurikulum pesantren kilat kali ini mencakup berbagai aspek penting.

“Para siswa muslim diwajibkan membawa Al-Qur’an untuk program tadarus bersama. Selain itu, materi difokuskan pada praktik keagamaan agar mereka lebih memahami tata cara ibadah sehari-hari,” ungkap Rasman.

Menariknya, nilai toleransi tetap dijunjung tinggi di sekolah-sekolah Batam. Bagi siswa non-muslim, pihak sekolah menyediakan ruang untuk mengikuti kegiatan pengembangan karakter yang disesuaikan dengan ajaran agama masing-masing.

Jadwal Belajar Selama Ramadan
Selama tiga hari pelaksanaan pesantren kilat, jam operasional sekolah mengalami penyesuaian. Berikut detail jadwalnya:

Waktu Pelaksanaan: 08.00 WIB – 10.15 WIB.

Kegiatan Utama: Tadarus Al-Qur’an, praktik ibadah, ceramah singkat, dan penyerahan santunan bagi siswa yatim sebagai penutup rangkaian acara.

Setelah periode pesantren kilat berakhir, aktivitas belajar mengajar (KBM) akan kembali berjalan seperti biasa, namun tetap dengan durasi jam sekolah yang telah disesuaikan dengan kebijakan bulan Ramadan.

Membangun Empati Melalui Santunan
Salah satu poin krusial dalam agenda tahun ini adalah penekanan pada aspek sosial. Di akhir sesi pesantren kilat, sekolah akan mengadakan seremoni penyerahan santunan kepada siswa yatim. Hal ini dilakukan untuk menanamkan rasa empati dan semangat berbagi kepada sesama sejak usia sekolah dasar.

Meski jam sekolah lebih singkat, para tenaga pendidik di Batam dipastikan tetap masuk seperti biasa untuk memastikan administrasi dan kualitas pendidikan tetap terjaga selama bulan suci.”(*)

  • Penulis: Suradi
expand_less