Senin, 1 Jun 2026
light_mode
Beranda » Kepri » Nyanyang Haris Pratamura : Kepri Siap Jadi Laboratorium Program Nasional Berbasis Maritim, Momen Peluncuran Koperasi Merah Putih

Nyanyang Haris Pratamura : Kepri Siap Jadi Laboratorium Program Nasional Berbasis Maritim, Momen Peluncuran Koperasi Merah Putih

  • account_circle Suradi
  • calendar_month Sen, 18 Mei 2026

 

 

 

InspirasiToday – Nyanyang Haris Pratamura menyatakan Kepulauan Riau siap menjadi laboratorium program nasional berbasis kemaritiman dan kawasan perbatasan dalam pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Pernyataan tersebut disampaikan saat Wakil Gubernur Kepri mengikuti peluncuran 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah oleh Presiden Republik Indonesia secara virtual dari Pasar Hang Tuah, Sabtu (16/5/2026).Fakta Independen

Menurut Nyanyang, program strategis nasional tersebut sangat relevan diterapkan di wilayah kepulauan seperti Kepri yang memiliki tantangan geografis cukup kompleks.

“Walaupun lokus utama peluncuran berada di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, esensi dari pemerataan pembangunan ini gaungnya sampai ke beranda terdepan NKRI, Bumi Segantang Lada, Kepulauan Riau,” ujar Nyanyang.

Kepri Miliki 2.408 Pulau dan 22 Pulau Terluar
Nyanyang menjelaskan, Kepulauan Riau merupakan provinsi kepulauan dengan 96 persen wilayah berupa lautan dan hanya 4 persen daratan.

Provinsi ini memiliki lebih dari 2.408 pulau yang tersebar, termasuk 22 pulau kecil terluar yang berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Menurutnya, besarnya potensi maritim Kepri juga menghadirkan sejumlah tantangan pembangunan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

Beberapa persoalan yang masih dihadapi antara lain kesenjangan infrastruktur antar-pulau akibat tingginya biaya logistik dan transportasi laut, keterbatasan akses digital di wilayah terluar, hingga perlunya modernisasi sektor perikanan untuk mendukung nelayan tradisional.

“Masih terdapat titik-titik blank spot di wilayah perbatasan yang menghambat akselerasi digitalisasi desa dan kampung. Karena itu kami berharap adanya penguatan jaringan internet satelit untuk mendukung desa digital di wilayah kepulauan,” katanya.

Ekonomi Kepri Tumbuh Tertinggi di Sumatera
Nyanyang menegaskan Pemerintah Provinsi Kepri terus berkomitmen mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas SDM yang berdaya saing.Fakta Independen

Sinergi pemerintah pusat dan daerah disebut telah menghasilkan sejumlah capaian positif dalam indikator pembangunan daerah.

Pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025 tercatat sebesar 6,94 persen, tertinggi di Sumatera dan menempati peringkat ketiga nasional setelah Maluku Utara dan Sulawesi Tengah.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri meningkat dari 79,89 pada 2024 menjadi 80,53 pada 2025, menjadikan Kepri sebagai provinsi dengan IPM tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional.

Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kepri juga mengalami penurunan dari 6,89 persen pada Februari 2025 menjadi 6,35 persen pada November 2025.

Kepri Siap Jadi Mitra Strategis Program Nasional
Melihat keberhasilan pembangunan 1.061 KDKMP di Jawa Timur dan Jawa Tengah, Nyanyang berharap program serupa dapat diperluas hingga menyentuh wilayah kepulauan dan perbatasan di Kepri dengan pendekatan berbasis kemaritiman.

“Kepulauan Riau siap menjadi mitra strategis dan laboratorium hidup bagi berbagai program nasional berbasis kemaritiman dan kawasan perbatasan,” tegasnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Kepri, Nyanyang juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas peluncuran program Koperasi Merah Putih yang dinilai mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa dan kelurahan di Indonesia.

  • Penulis: Suradi
expand_less