Investasi KEK Pulau Poto, PW SEMMI Kepri Minta Lingkungan dan Nelayan Dilindungi
- account_circle admin
- calendar_month 21 jam yang lalu

InspirasiToday – Rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Poto di Kabupaten Bintan terus menjadi perhatian berbagai kalangan. Selain dinilai berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, proyek strategis tersebut juga diharapkan tetap memperhatikan aspek lingkungan hidup dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Ketua Umum Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Kepulauan Riau, La Dewasatria Perdana Shandy, menilai KEK Pulau Poto memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai pusat investasi, industri, dan logistik di kawasan perbatasan Indonesia.
Menurutnya, lokasi Pulau Poto yang berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadi keunggulan strategis yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan industri, energi, logistik, serta hilirisasi berbagai sektor ekonomi.
Potensi Besar untuk Pertumbuhan Ekonomi Kepri
La Dewasatria mengatakan keberadaan KEK Pulau Poto berpotensi menarik investasi baru, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan daerah apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan.
“Kita harus melihat KEK Pulau Poto sebagai peluang besar bagi masa depan Kepulauan Riau. Letaknya sangat strategis, berdekatan dengan kawasan industri yang telah berkembang dan berada di salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia. Potensi ini harus mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masuknya investasi dan pembangunan kawasan industri di Pulau Poto berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, serta memperluas peluang usaha bagi masyarakat Kepulauan Riau. Namun, pembangunan tersebut tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata.
“Pembangunan yang baik bukan hanya tentang angka investasi yang besar, tetapi juga tentang bagaimana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas. Jangan sampai pembangunan menghadirkan pertumbuhan ekonomi, tetapi meninggalkan persoalan sosial dan kerusakan lingkungan yang harus ditanggung oleh generasi berikutnya,” tegasnya.
La Dewasatria juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap ekosistem pesisir dan laut yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat. Menurutnya, seluruh tahapan pembangunan harus didasarkan pada kajian lingkungan yang komprehensif dan dilaksanakan dengan pengawasan yang ketat.
“Kelestarian lingkungan harus menjadi perhatian utama. Kawasan pesisir, ekosistem laut, dan sumber daya alam yang ada di sekitar Pulau Poto merupakan aset yang tidak ternilai. Oleh karena itu, setiap proses pembangunan harus memastikan adanya keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Selain aspek ekologis, PW SEMMI Kepulauan Riau juga mendorong agar masyarakat yang berpotensi terdampak, khususnya nelayan dan komunitas pesisir, diberikan ruang partisipasi yang memadai dalam proses pembangunan. Menurutnya, pembangunan harus berjalan dengan prinsip keadilan sosial dan menjamin perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat.
“Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Mereka harus menjadi bagian dari pembangunan, memperoleh manfaat yang nyata, serta mendapatkan kepastian bahwa hak-haknya tetap terlindungi. Kehadiran investasi harus membawa kemajuan bersama, bukan justru menciptakan kesenjangan baru,” ujarnya.
PW SEMMI Kepulauan Riau, lanjut La Dewasatria, akan terus mengawal berbagai agenda pembangunan strategis di daerah agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
“Kami mendukung pembangunan dan investasi yang membawa manfaat bagi daerah. Namun pada saat yang sama, kami juga menegaskan pentingnya menjaga lingkungan, melindungi masyarakat terdampak, serta memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan benar-benar berorientasi pada kemaslahatan masyarakat Kepulauan Riau. KEK Pulau Poto harus menjadi simbol kemajuan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
- Penulis: admin

