Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode
Beranda » Kepri » Capai 394 Ton Pada 2025, Produksi Beras di Kepri Naik Signifikan

Capai 394 Ton Pada 2025, Produksi Beras di Kepri Naik Signifikan

  • account_circle Suradi
  • calendar_month Jum, 27 Mar 2026

InspirasiToday – Produksi padi dan beras di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan produksi yang cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Sepanjang 2025, produksi padi di Kepri tercatat mencapai 688 ton, meningkat sekitar 125 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebesar 305 ton.

Sementara itu, produksi beras di Kepri pada periode yang sama mencapai 394 ton, atau naik sekitar 126 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 174 ton.

Produksi Beras Masih Terbatas
Meski mengalami peningkatan cukup signifikan, produksi beras di Kepri masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Selama ini, pasokan beras di Kepri kerap menjadi perhatian nasional karena daerah kepulauan ini tidak memiliki lahan sawah yang luas dan sebagian besar kebutuhan berasnya masih bergantung pada pasokan dari daerah lain di Indonesia.

Namun demikian, terdapat beberapa daerah di Kepri yang telah mampu menghasilkan beras secara lokal, meskipun dalam jumlah terbatas.

Empat Daerah di Kepri Memproduksi Beras
Berdasarkan data yang ada, setidaknya terdapat empat kabupaten di Kepri yang memiliki produksi beras, yaitu:

1. Kabupaten Natuna – 275 ton

2. Kabupaten Lingga – 63 ton

3. Kabupaten Bintan – 34 ton

4. Kabupaten Kepulauan Anambas – 22 ton

Sementara itu, beberapa daerah lainnya seperti Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Karimun belum memiliki produksi beras sendiri.

Kebutuhan Beras Kepri Capai 202 Ribu Ton per Tahun
Kebutuhan beras masyarakat di Kepri diperkirakan mencapai sekitar 202,6 ribu ton per tahun, atau sekitar 16,9 ribu ton setiap bulan.

Jika dibandingkan dengan produksi beras lokal yang hanya 394 ton per tahun, jumlah tersebut masih sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Karena itu, sebagian besar pasokan beras di Kepri masih dipenuhi melalui distribusi dari daerah penghasil beras di Indonesia, seperti Lampung, Pulau Jawa, dan beberapa wilayah lain.

Kondisi ini membuat sistem distribusi dan logistik pangan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah Kepulauan Riau.(*)

  • Penulis: Suradi
expand_less